Setelah Sabtu kemarin aku dapat kabar dari Bibeh kalau dia sudah di Banyuwangi, hari ini aku langsung ke rumahnya. Betapa aku sangat kangen ngobrol banyak hal sama dia. Setelah dia menikah dan ikut suaminya ke Pamekasan memang terasa sekali aku kehilangan teman bercerita. Ngobrol dengan Bibeh berbeda dengan yang lain.
Setelah mengantar ibu dan Ai ke rumah mbah aku langsung berangkat. Tidak sampai setengah jam aku sudah sampai. Rumahnya sedang ramai. Selain karena ada arisan teman-teman Mbak Luluk, di rumahnya juga ada Ibu, Bapak, Cak Habib dan Cak Ulum. Na Willa seperti biasa, seperti yang sering aku lihat di story WA mamaknya, selalu lincah cerah ceria.
Bibeh bilang sejak datang Kamis malam kemarin Na Willa masih ogah-ogahan diajak main sama anggota keluarga lain, kecuali Fahri. Tapi, sejak aku datang dia menunjukkan sikap yang sangat bersahabat sekali. Mungkin aku dikiranya Onty Mila (kakak ipar Bibeh). Karena banyak yang bilang kami ini mirip.
Bertemu Bibeh seperti isi ulang energi setelah lama low. Banyak hal yang terjadi pada kehidupanku tapi aku tidak punya seseorang yang bisa aku jadikan teman bercerita. Tentu saja hal-hal yang baru-baru ini masuk dalam kehidupanku jadi topik utama pembicaraan kami hari ini. Aku merasa setengah beban lindap. Kemarin aku benar-benar buntu, tidak tahu lagi harus buang sampah kemana. Woh, maapin banget karena dah jadi tempat sampah, tapi juga terima kasih banyak dah mendengarkan dan kasih insight yang membantu. You know, I love you sekebon.
Menjelang siang aku pamit pulang. Hari ini sangat menyenangkan karena bisa ndusel di kasur bareng Na Willa dan Bibeh. Bercerita banyak hal, sambat banyak persoalan. Ih, aku kangen banget mandi di Jagir sambil makan cilok.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar