Senin, 14 Desember 2015

Happy Monday

Benar-benar Senin ceria.
Sore tadi, seperti yang sudah di nawaitukan jauh-jauh hari *setelah tahu informasi tentang bazar buku murah dari Mbak Putri* aku pergi ke TKP, sendiri *Iyah kan single -__-
Sebenarnya juga sekalian aku mengembalikan buku yang aku pinjam di Perpustakaan Daerah.
Karena lokasinya di pelataran Perpusda jadi yaa sekali pergi kantong jebol dua tujuan terlampaui.
Setelah selesai log in dan mengembalikan buku, aku segera menyerbu stand bazar.

Hemm, seperti biasa.
Rasanya kepalaku pusing demi melihat tumpukan buku yang melambai-lambai manja ke arahku.
Aku menyusuri tiap bagian meja.
Dan meja paling Barat yang sekaligus paling dekat dengan kasir sukses mencuri perhatianku *karena rata-rata harganya mabelas rebu, wkwkwkwk …
Banyak jenis buku, ada novel, buku pengetahuan, buku panduan, buku islami *salah satunya buku Bang Ahfa ^_^
Aku sempat bingung, karena walaupun murah meriah tapi belum ada yang sreg.
Dan polosnya lagi, aku hampir membeli novel yang jalan ceritanya kurang kusuka *karena sempat baca sinopsisnya dulu di bagian belakang* hanya karena covernya yang hijau-hijau menyejukkan mata.
Mey, Mey, mbok ya jangan keterlaluan kalau suka sama sesuatu itu. Bisa-bisa isi rumah Ijoooo semua karena kamu terlalu sering beli barang warna Ijo -___-
Oke, skip.

Hampir setengah jam mondar-mandir, bolak-balik, nganan-ngiri, maju-mundur melototin satu-satu buku.
Waktu itu di tangan sudah ada dua buku.
Satu novel yang covernya Ijo-Ijo tadi dan satunya buku dari Om Edi Akhiles yang judulnya … duh, lupa -___-
Hingga akhirnya aku menuju meja nomor tiga dari Barat.
Aku sempat kaget melihat wajah kinclong bin bening yang ada di cover sebuah novel.
Siapa lagi?
Tidak salah dan tidak bukan, Fedi Nuril.
Aku langsung melihat sekeliling novel Surga Yang Tak Dirindukan.
Huwaaaa benar saja, disini adalah tumpukan novel-novel bermutu.
Ada banyak novel Bang Tere Liye dan novel Bunda Asma Nadia.
Dan yang paling membuatku mampu berpaling dari semua buku yang ada disini adalah …….
….
….
….
Novel Pak Cik :D
Yess, ada Edensor dan Maryamah Karpov.
Aaaaaaaaaaa, aku mau jingkrak-jingkrak rasanya.
Langsung tanpa a be ce aku mengambil dua novel itu.
Tapi tetep melototin harga dulu :D
Edensor 30ribu. Maryamah Karpov 35ribu.
Langsung. Bungkus! Hihihihi ….
Lah kapan lagi kan ya? Mumpung sangu dari Teman Jatim kemarin masih ada :D
Edensor dapat 30ribu, di Togamas harganya masih dua kali lipat itu, kan syedih nggak bisa-bisa mau beli :(
Biarpun Edensor sudah baca tapi rasanya aku nggak mau melewatkan koleksi novel-novel Pak Cik.
Berarti berkat bazar hari ini aku sudah punya tiga novel Andrea Hirata.
Duh, bahagianyaaaaa ….

Setelah dua novel yang sudah pasti aku beli itu, aku meletakkan kembali dengan penuh hikmat serta permohonan maaf sedalam-dalamnya karena tidak jadi membeli novel ijo dan bukunya Om Edi, hehehe *maapnya bukan ke mas/mbak penjaganya, tapi maap ke bukunya :D
Bayangin aja kalau itu buku bisa ngomong pasti dia bilang, “Tega kamu Mey, mencampakan aku setelah kamu dapat yang lebih dari aku.” Gitu pasti *mulai gila -____-

Sebenarnya ada banyak buku yang ingin aku beli.
Tapi juga mikir-mikir dan ngertiin kondisi kantong yang sedang dalam masa pemulihan *halaah
Akhirnya aku membeli tiga buku.
Edensor, Maryamah Karpov dan Magic Public Speaking.
Aku juga nggak jadi beli bukunya Bang Ahfa yang …. Hmmm lupa juga apa judulnya -____-
Yasudahlah …
Buat para book lovers, jangan sampai ketinggalan bazar buku murah yang hanya sampai tanggal 20 Desember 2015 ini yaa ^_^

Mood hari ini berjalan baik hingga aku pulang kuliah.
Setelah acara belanja buku tadi aku langsung menuju Roxy, tetep dengan kesendirian yang awet ini :D
Beli keperluan wanita dan beli sandal untuk Bu Is :)
Yang membuat senang adalah Ibuku suka sekali dengan model yang aku pilihkan.
Padahal pas milih sudah deg-deg an kalau ternyata nggak cocok.
But, yeah everything’s oke …

Dan, penyebab keceriaan yang terakhir adalah kabar dari Mas Habib.
18.29 Mas Habib BBM. Bilang bahwa aku dapat lokasi KKN di Desa Balak.
Ini benar-benar good news.
Nggak ngerti sih kenapa bisa seceria ini.
Hanya saja aku sudah memiliki sedikit gambaran tentang kondisi disana.
Dulu aku pernah mengunjungi Balak untuk meminta informasi tentang Bum-Des.
Dan perangkat desanya baik-baiiiiiik.
Terlebih lagi, dulu Mas Habib juga KKN disana.
Dan dia sudah banyak cerita tentang Balak.
Ah, semoga segala sesuatunya berjalan lancar hingga akhir.

Itulah, sepenggal kisah tak penting dariku, gadis pelupa.
See you next post :)

Sumber : Google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar