Sore tadi, seperti yang sudah di nawaitukan jauh-jauh hari *setelah tahu informasi tentang bazar buku murah dari Mbak Putri* aku pergi ke TKP, sendiri *Iyah kan single -__-
Sebenarnya juga
sekalian aku mengembalikan buku yang aku pinjam di Perpustakaan Daerah.
Karena lokasinya di
pelataran Perpusda jadi yaa sekali pergi kantong jebol dua tujuan
terlampaui.
Setelah selesai log in dan mengembalikan buku, aku
segera menyerbu stand bazar.
Hemm, seperti biasa.
Rasanya kepalaku pusing
demi melihat tumpukan buku yang melambai-lambai manja ke arahku.
Aku menyusuri tiap
bagian meja.
Dan meja paling Barat
yang sekaligus paling dekat dengan kasir sukses mencuri perhatianku *karena
rata-rata harganya mabelas rebu,
wkwkwkwk …
Banyak jenis buku, ada
novel, buku pengetahuan, buku panduan, buku islami *salah satunya buku Bang
Ahfa ^_^
Aku sempat bingung,
karena walaupun murah meriah tapi belum ada yang sreg.
Dan polosnya lagi, aku
hampir membeli novel yang jalan ceritanya kurang kusuka *karena sempat baca
sinopsisnya dulu di bagian belakang* hanya karena covernya yang hijau-hijau
menyejukkan mata.
Mey, Mey, mbok ya jangan keterlaluan kalau suka
sama sesuatu itu. Bisa-bisa isi rumah Ijoooo semua karena kamu terlalu sering
beli barang warna Ijo -___-
Oke, skip.
Hampir setengah jam
mondar-mandir, bolak-balik, nganan-ngiri, maju-mundur melototin satu-satu buku.
Waktu itu di tangan
sudah ada dua buku.
Satu novel yang
covernya Ijo-Ijo tadi dan satunya buku dari Om Edi Akhiles yang judulnya … duh,
lupa -___-
Hingga akhirnya aku
menuju meja nomor tiga dari Barat.
Aku sempat kaget
melihat wajah kinclong bin bening yang ada di cover sebuah novel.
Siapa lagi?
Tidak salah dan tidak
bukan, Fedi Nuril.
Aku langsung melihat
sekeliling novel Surga Yang Tak Dirindukan.
Huwaaaa benar saja,
disini adalah tumpukan novel-novel bermutu.
Ada banyak novel Bang
Tere Liye dan novel Bunda Asma Nadia.
Dan yang paling
membuatku mampu berpaling dari semua buku yang ada disini adalah …….
….
….
….
Novel Pak Cik :D
Yess,
ada Edensor dan Maryamah Karpov.
Aaaaaaaaaaa, aku mau
jingkrak-jingkrak rasanya.
Langsung tanpa a be ce aku mengambil dua novel itu.
Tapi tetep melototin
harga dulu :D
Edensor 30ribu. Maryamah
Karpov 35ribu.
Langsung. Bungkus! Hihihihi
….
Lah kapan lagi kan ya? Mumpung
sangu dari Teman Jatim kemarin masih
ada :D
Edensor dapat 30ribu,
di Togamas harganya masih dua kali lipat itu, kan syedih nggak bisa-bisa mau beli :(
Biarpun Edensor sudah
baca tapi rasanya aku nggak mau melewatkan koleksi novel-novel Pak Cik.
Berarti berkat bazar
hari ini aku sudah punya tiga novel Andrea Hirata.
Duh, bahagianyaaaaa ….
Setelah dua novel yang
sudah pasti aku beli itu, aku meletakkan kembali dengan penuh hikmat serta permohonan
maaf sedalam-dalamnya karena tidak jadi membeli novel ijo dan bukunya Om Edi,
hehehe *maapnya bukan ke mas/mbak penjaganya, tapi maap ke bukunya :D
Bayangin aja kalau itu
buku bisa ngomong pasti dia bilang, “Tega kamu Mey, mencampakan aku setelah
kamu dapat yang lebih dari aku.” Gitu pasti *mulai gila -____-
Sebenarnya ada banyak
buku yang ingin aku beli.
Tapi juga mikir-mikir
dan ngertiin kondisi kantong yang
sedang dalam masa pemulihan *halaah
Akhirnya aku membeli
tiga buku.
Edensor, Maryamah
Karpov dan Magic Public Speaking.
Aku juga nggak jadi
beli bukunya Bang Ahfa yang …. Hmmm lupa juga apa judulnya -____-
Yasudahlah …
Buat para book lovers, jangan sampai ketinggalan
bazar buku murah yang hanya sampai tanggal 20 Desember 2015 ini yaa ^_^
Mood
hari
ini berjalan baik hingga aku pulang kuliah.
Setelah acara belanja
buku tadi aku langsung menuju Roxy, tetep dengan kesendirian yang awet ini :D
Beli keperluan wanita
dan beli sandal untuk Bu Is :)
Yang membuat senang
adalah Ibuku suka sekali dengan model yang aku pilihkan.
Padahal pas milih sudah
deg-deg an kalau ternyata nggak cocok.
But,
yeah everything’s oke …
Dan, penyebab keceriaan
yang terakhir adalah kabar dari Mas Habib.
18.29 Mas Habib BBM. Bilang
bahwa aku dapat lokasi KKN di Desa Balak.
Ini benar-benar good news.
Nggak ngerti sih kenapa
bisa seceria ini.
Hanya saja aku sudah
memiliki sedikit gambaran tentang kondisi disana.
Dulu aku pernah
mengunjungi Balak untuk meminta informasi tentang Bum-Des.
Dan perangkat desanya
baik-baiiiiiik.
Terlebih lagi, dulu Mas
Habib juga KKN disana.
Dan dia sudah banyak
cerita tentang Balak.
Ah, semoga segala
sesuatunya berjalan lancar hingga akhir.
Itulah, sepenggal kisah
tak penting dariku, gadis pelupa.
See
you next post :)
![]() |
| Sumber : Google |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar