Kamis, 28 Januari 2016

Ngabuburit Dadakan #Cerita6

Personil Baru
Lunas sudah rasa kangen ketemu curut-curutku :D
Hari ini aku kedatangan tamu dari jauuuuh.
Saat sedang sendiri menunggu pos, tiba-tiba Donat sms akan ke tempatku.
Aku segera mengiyakan.
Dia datang bersama Mas Abi, seseorang yang akhir-akhir ini menjadi sangat terkenal karena kejadian di Kecamatan lalu.
Benar-benar kontroversial :D

Dengan datangnya Donat dan Mas Abi agak ramai lah tempat KKN ini.
Bayangkan, aku di tinggal dari pagi, sekitar jam sembilan, sampai hampir sore saat Donat dan Mas Abi datang.
Setelah chit chat ngalor ngidul, Donat memintaku untuk menghubungi Suryadi.
Benar-benar unpredictable.
Sebenarnya kedatangan mereka berdua ini hanya sekedar untuk bertamu.
Tapi ndilalah setelah nelpon Sur, tiba-tiba saja semua berubah.
Aku diculik.
Ya, diculik oleh Donat dan Mas Abi.
Donat dan Mas Abi harus ke Genteng. Membeli kotak kue dan manila.
Aku manut saja, karena memang hari Kamis ini aku sedang free.
Dan ini kesempatan untuk meghirup udara segar, sekaligus ngabuburit dadakan.

Setelah berdebat dengan Sur di telepon, akhirnya kami harus ngalah untuk menjemput dia.
Maunya Donat, Sur datang ke Balak untuk menjemputku.
Tapi entah mengapa dan bagaimana, roman-romannya Sur tengah teraniaya berada dalam kelompoknya.
Dia tidak bisa keluar begitu saja, kami harus menjemput dia sebagai alasan.
Kampret kan?

Ya sudah, akhirnya setelah cek cok ala-ala sinetron kami bertiga berangkat ke tempat Suryanto, Sumberbuluh.
Dan kami boncengan bertiga.
Iyaaa, bertiga.
Apa nggak memalukan? Apalagi ketika kami keluar gerbang Kantor Desa Balak, ada banyak pasang mata menatap kami nanar.
Sumpah, uisin.

Sampai di Sumberbuluh, aku dan Donat masih dibuat ngelus dodo.
Sur belum siap-siap.
Nggereget kok memang tuyul siji iki -___-

Setelah basa-basi nggak jelas akhirnya kami berangkat.
Kami ini maksudnya aku dan Sur.
Karena Donat dan Mas Abi sudah berangkat duluan ke Genteng.
Ceritanya panjang kenapa kami berempat nggak berangkat bersama.

Aku bertemu Mas Abi dan Donat di depan KDS.
Setelah –lagi-lagi- berdebat, akhirnya kami menuju RTH Maron.
Sudah hampir bedug Maghrib.
Tapi bukan kami namanya kalau nggak cekrek-cekrek dulu.
Jadi ngabuburitku kali ini di temani mereka-mereka yang berasal dari kelompok KKN berbeda.

Aku benar-benar kangen mereka, Sur dan Donat.
Donat tidak terlalu berubah.
Yang berubah justru si Suryadi.
Dia jadi terlihat lebih hitam dan kata Donat tambah subur.
Aku bingung, dia ini tertekan atau enggak sebenarnya :D

Tengkyu genk sudah menculikku dari posko.
Tengkyu sudah menemani berbuka.
Tengkyu sudah menjadi teman yang always available.
Tengkyu juga Mas Abi, yang masiyo baru kenal tapi ngakrabi buanget :D
Tengkyu Allah karena telah mengahdirkan orang-orang ini dalam hidupku :)

RTH Maron

Tidak ada komentar:

Posting Komentar