Minggu, 31 Januari 2016

Bulutigo: SD N 05 Balak #Cerita7

Kembali kasih, Pandu :)
Selalu ada perpisahan setelah pertemuan.
21 Januari 2016, pertama kali aku bertemu dengan mereka.
Siswa-siswi SD N 05 Bulutigo, Desa Balak.
Sebuah sekolah inpres yang letaknya jauh di dalam hutan.
Sebuah sekolah kecil dengan tiga ruangan.
Sebuah sekolah pelosok yang siswa kelas 5-nya hanya berjumlah 3 anak.
Sebuah sekolah dengan medan yang membuat siapa saja akan malas datang kesana.

Aku bertemu orang-orang hebat macam Bu Mus disana.
Bu Astri, Pak Is, Mbak Ria serta beberapa guru yang setia mendidik anak-anak Bulutigo.
Aku juga bertemu murid-murid hebat yang selalu memelihara semangat.

Pertama kali bertemu, kami di sambut dengan wajah ceria khas anak-anak.
Wajah polos yang teduh tak bertopeng.
Hari itu benar-benar hari Kamis yang teramat manis.
Satu sisi aku sedih karena tidak bisa pulang ke rumah saat Fahri ulang tahun.
Tapi, ternyata Allah membalasnya dengan pengalaman baru.
Bertemu Irul, Lian, Pasha, Nanda, Agus dan kawan-kawannya.
Aku berdoa di hari lahirnya Fahri, semoga dia selalu dalam lindungan Allah swt, dan semoga dia bisa seperti kakak-kakaknya di Bulutigo, semangat dalam menimba ilmu.

Pertama kali datang kami hanya melakukan sedikit perkenalan.
Kami berjanji akan datang kembali di Hari Senin.

Hari Senin kami benar-benar datang.
Kami mendapat sambutan ceria dari anak-anak.
Dan itu membuat perasaanku campur aduk, terharu sekaligus bahagia.
Setidaknya perjuangan kami untuk sampai ke Bulutigo tidak sia-sia.

Di depan anak-anak aku sempat tidak tahu harus berbuat apa.
Binar mata mereka nyaris menguras seluruh persediaan kata-kataku.
Aku mengajak mereka bermain.
Seluruh permainan sederhana yang kuketahui aku praktikkan didepan mereka
Ringan saja, tapi benar-benar menguras tenaga.
Aku selalu harus berteriak hingga mulut terasa kering.

Tapi perasaan lelah itu sirna saat anak-anak tertawa lepas.
Hilang perasaan lelah saat mereka memanggilku “Bu”
Gadis sekecil ini dipanggil Ibu :D

Aku bersyukur karena apa yang aku dapat selama masa kuliah dapat menjadi bekalku ketika berhadapan dengan anak-anak.
Jika anak-anak dapat dengan mudah mengingat sesuatu, itu benar sekali.
Hari itu aku mempraktikkan gerakan COCONUT menggunakan ibu jari dan telunjuk.
Anak-anak tertawa, tapi terus memperagakan sesuai instruksiku.
Aku pikir mereka akan dengan mudah melupakan apa yang sudah aku berikan.

Nyatanya tidak.
Sabtu kemarin kami datang lagi ke SD N 05 Balak.
Setelah empat hari kami tidak bertemu, rasanya rindu.

Saat sebelum aku turun dari motor, salah seorang dari mereka, Pasha, sudah berlari menghampiriku kemudian mencium tanganku.
Rasanyaaaa, melelehlah semua yang beku-beku di dalam hati ini #hapasih :D
Pasha tersenyum menyambutku, dan kemudian dia dengan lancarnya mempraktikkan COCONUT dengan jari-jarinya yang mungil.
Aku terkejut, terharu, terpana, terkesima, dan ter ter yang lain yang membuatku pingin nangis.
Mataku tak lepas dari gerakan tangannya, gerakan COCONUT yang sempurna.
Padahal materi itu aku sampaikan empat hari yang lalu.
Dan Pasha masih mengingatnya.
Maunya bareng Pasha doang, tapi si songong Lian ikut-ikutan :D



Pasha membuatku menjadi perempuan yang harus belajar lebih banyak lagi.
Pasha membuatku menjadi sebenar-benarnya perempuan.
Sejak hari itu aku berjanji pada diri sendiri untuk membekali diri dengan ilmu sebanyak-banyaknya.
Berjanji pada diri sendiri untuk lebih mau mengenal dunia anak-anak.
Bukankah perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anak mereka kelak?

30 Januari 2016 menjadi hari perpisahan bagi kami.
Sabtu kelabu.
Setelah seharian bermain bersama mereka kami harus berpisah.
Bukan Meydiana Isfandari namanya jika tidak menangis.
Aku menangisi diri sendiri, masih banyak ternyata yang harus aku siapkan.
Semakin aku tahu semakin banyak yang aku tidak tahu.

Aku teringat wajah-wajah lugu mereka.
Aku teringat cita-cita serta harapan-harapan yang mereka semogakan.
Aku teringat tulisan tangan Pandu yang membuat aku dan teman-teman terharu membacanya.

Tetap pelihara semangat untuk belajar.
Jangan putus harapan.
Aku akan sangat merindukan kalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar