Minggu, 20 November 2016

Kepang Rambut

Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya waktu itu tiba. Waktu dimana saya bisa ngepang rambut. Akhirnyaaa ...

Jadi, ceritanya semalam saya minta tolong ke Ibu untuk ngepang rambut saya. Dari jaman saya sekolah dulu (tk - smp) ibu adalah hair stylist andalan saya. Mulai dari kuncir tengah, kuncir semua, sampai pinti urang.

Saya juga selalu menikmati saat-saat dimana tangan ibu dengan cekatan mentreatment rambut saya. Penuh kasih dan sayang *eaaa
Dari kegiatan ngepang rambut itu pula, saya dan ibu biasanya terlibat curhat-curhat colongan, wkwkwk.

Lalu tiba-tiba saja, sebenarnya ini bukan pertama kalinya, ibu bilang "Belajaro ngepang, mosok gak iso-iso." Saya hanya bisa manyun dan ngangguk-ngangguk.
"Mbesok piye lek ngepang anak e, mosok nggak iso."
"Kan enek ibuk e." Saya jawab.
"Opo-opo kok ibuk e ae."
-_____-

Dan semalam, pertama kalinya saya belajar ngepang. Saya belajar ngepang rambut ibu saya, tentu dengan bimbingan beliau. Sebenarnya semalam itu kami banyak guyonnya daripada belajarnya. Apa'an, baru juga tahap pertama, ibu saya tiba-tiba ngikik nggak jelas. Saya kan jadinya juga ikut ketawa.

Rambut ibu saya juga pendek dan licin, jadi agak susah untuk dibentuk-bentuk. Tapi karena hanya ada dua perempuan di rumah kami, mau tidak mau ya hanya ibu saya yang bisa jadi objek percobaan. Ngepang rambut sendiri? Ya nggak mungkin juga.

Setelah instruksi-instruksi yang diberikan ibu, akhirnya saya bisa menyelesaikan langkah-langkah selanjutnya dengan "apa adanya".
Yah, meskipun baru belajar, tapi hasil kepangan saya lumayanlah. Lumayan berantakan, hahahaha.

Ibu bilang, "Nggak apa-apa, namanya juga belajar."
Yup, betul sekali. Masih harus banyak latihan agar hasil kepangan saya lebih sedap dipandang mata.

Dan juga, masih buaaaaaanyak hal-hal yang harus saya pelajari (untuk jadi orang tua) selain daripada ngepang rambut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar