Bukan
main kuasa Tuhan atas kami. Hari ini Donat menginap di tempatku. Hari ini juga,
sepulang dari seminar #internetBAIK kami menerima “tamu bulanan” bersama-sama.
Kenapa chemistry kami hingga pada hal-hal yang intim begini? Menstruasi aja
barengan. :D
Baiklah,
bisa kalian bayangkan dua perempuan PMS sedang bersama? Jangan coba-coba
mendekat jika tidak ingin kena semprot. Saya tidak mengerti kenapa PMS ini
identik dengan perasaan marah, kesel, dan sensi.
Seperti yang kami lakukan saat perjalanan
dari kampus menuju Perpusda. Begitu banyak pengendara motor maupun mobil yang
kena semprot oleh kami berdua. Nggak ngerti sih, padahal mereka juga nggak
salah apa-apa, cuma kami aja yang mencari pelampiasan atas kemarahan nggak
beralasan ini.
Atau
momen yang membuat kami berada pada situasi awkward. Saat kami berdua merasakan
sakit karena menstruasi. Kami berdua hanya diam dan merasakan sakit
masing-masing. Dari sakit itu kemudian terbit kalimat-kalimat racau yang Donat
ucapkan “Wong wedok iki dilep iyo, ngono kok isih dilarani atine.”
Sama
seperti kalimat yang pernah saya ucapkan dalam hati saat saya mengalami dilep
yang luar biasa menyakitkan. Perempuan itu sakit bulanan iya, sakit melahirkan
iya, kenapa kau tambah lagi dengan menyakiti hatinya? *eaaaa
Laki-laki
mah nggak pernah tahu gimana rasanya dilep, nggak pernah tahu gimana rasanya
melahirkan. Apa? Kejepit reslesting? Itu nggak ada apa-apanya dari rasa sakit
karena dilep dan melahirkan. Jadi tolong, jangan kau sakiti hati kami yang
lemah lembut ini, ya? *krik krik krik
Oke,
sudahlah. Dari tulisan ini, saya tidak akan memberikan tips untuk para laki-laki
yang tengah mengahadapi pacarnya yang sedang PMS. Ya jelas, wong saya nggak
pernah punya pengalaman kencan sama pacar pas saya lagi PMS, gaes. *hiks
![]() |
| Sumber : Google |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar