And the day is coming. Jam 09.00 tepat saya memandu talkshow bersama
Kepala BPS, Pak Tri Erwandi dan Pak Benny. Yup, seperti judul tulisan ini,
gaes, kami ngobrol seputar Sensus Penduduk Online 2020.
Dua
orang ini sudah mencuri perhatian saya sejak sebelum on air. Maksudnya bapak-bapak
ini pembawaannya menyenangkan, nggak serius-serius banget. Jadi, sebelum on air
saya sempatkan dulu untuk ngobrol dengan beliau berdua. Sambil pamer kalau
keluarga saya sudah melakukan Sensus Penduduk Online tahun 2020 ini. Nah, first impression ini yang nggak akan
saya sia-siakan. Pak Tri menyambut gembira aksi pamer saya, hahaha. Selanjutnya
kami mulai nyaman ngobrol dan berujung on air.
Saat
on air pun beliau berdua mampu mengimbangi jokes saya yang you know lah gaes, receh dan nggak high quality, wqwq. Sensus Penduduk Online 2020 ini dibuka per
tanggal 15 Februari 2020 dan berakhir 31 Maret 2020. Wait, kalian sudah tahu, kan,
kalau ada SPO 2020?
Kalau
sudah, alhamdulillah. Kalau belum, yaaah~
Pak
Tri menjelaskan secara lengkap bagaimana prosedur SPO 2020 ini, dan tentunya
juga menjelaskan Indonesia ini sudah melakukan sensus penduduk yang ke berapa. Saya
lumayan terkejut ketika Pak Tri bilang bahwa ini adalah sensus yang ketujuh
kalinya yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Kenapa saya terkejut? Biasa,
minim informasi, hehehe.
Sensus
penduduk pertama kali dilakukan pada tahun 1961. Waktu itu penduduk Indonesia
sebanyak 97,0 juta jiwa, dan jumlah ini terus meningkat (sumber: brosur BPS). Nah,
setelah itu dilakukan pada tahun dengan akhiran 0, untuk memudahkan kita
mengingat ya, gaes. Betul, sensus penduduk di Indonesia dilakukan sepuluh tahun
sekali. Tahun 1980, 1990, 2000, 2010, 2020, dst. Nah, untuk sensus ekonomi
dilaksanakan pada tahun dengan akhiran 6, dan sensus pertanian dilaksanakan
pada tahun dengan akhiran 3. Jadi, Indonesia itu punya tiga sensus besar. Sensus
penduduk, sensus ekonomi, sensus pertanian. Bagaimana? Informatif bukan blog
saya ini?
Lalu,
gaes, kenapa harus SPO? Karena memang sudah zamannya, ya. Kita hidup di era
digtal yang apa-apa serba mudah, murah, cepat. Saya rasa bukan hal yang perlu
dipertanyakan ketika pemerintah memutuskan untuk #MencatatIndonesia dengan cara
digital di era modern ini. Paling-paling kendala yang dialami adalah ketika
bapak dan ibu kita merasa repot harus berurusan sama yang online-online. Nah,
di situlah anak-anaknya bisa berkesempatan untuk jadi anak yang berbakti pada
orang tua, alias dibantuin hey itu bapak ibunya yang kesulitan buat sensus
online, minta duit aja bisanya!
Tiga
alasan yang diuraikan oleh BPS tentang kenapa harus SPO, adalah:
Partisipasi Aktif.
SPO ini bisa dilakukan kapan saja, dimana saja secara mandiri selama periode
SPO. Bayangin aja, kita bisa SPO sambil boker, loh. Iya, kan? Anak mager
bersatulah!
Optimalisasi Teknologi
Informasi. BPS menilai literasi masyarakat terhadap penggunaan teknologi
informasi semakin baik. Era dimana kita bisa makan walaupun diam saja di rumah,
menjadikan sensus mandiri bukan sesuatu yang tidak mungkin. Ya buktinya
sekarang bisa. Kemajuan teknologi sudah masuk ke banyak bidang, salah satunya
pencatatan data atau informasi.
Budaya Cinta
Data. Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti penting data, dimulai dari
informasi pribadinya. Cinta data aja bisa, apalagi cinta kamu? Bukan begitu?
Haduuuh, jokes so old.
Lalu,
apa sebenarnya tujuan sensus itu sendiri? Untuk menyediakan data jumlah,
komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk Indonesia menuju satu data
kependudukan Indonesia. Dari sensus ini kita bisa tahu berapa, sih, jumlah
perempuan dan jumlah laki-laki di Indonesia. Terus berapa banyak usia produktif
yang dimiliki Indonesia. Pokoknya gitu lah.
Kemudian
bagaimana prosedur SPO 2020 ini? Sungguhlah mudah sekali, sobat magerku~
Pertama,
siapkan smartphone, tablet, laptop, atau komputer. Ya pokoknya perangkat apapun
yang mau kalian pakai buat SPO ini, bebas. Kedua, siapkan paket data atau
jaringan wifi ya, sobat magerku. Kan online, berarti harus ada jaringan
internet. Bukan begitu? Ketiga, percaya kitab Allah, rukun Islaaaaam kali ah. Siapkan
KK, ya. Kartu keluarga, bukan KK pemain sepak bola.
Setelah
langkah satu, dua, tiga jadi apa prok prok prok selesai, sekarang
tinggal dibuka laman sensus.bps.go.id. Sebelum mulai sensus mohon dibaca dulu
ucapan selamat datang dari BPS pusat, biar pa-ham. Nanti ada panduan untuk
mengisi nomor KK dan NIK. Setelah itu juga diarahkan untuk membuat password dan
harus memasukkan kode buram atau captcha. Passwordnya seperti biasa kombinasi
angka dan huruf. Simpel aja dan nggak perlu panjang-panjang kayak tol
probowangi dan rumit kayak Langit Sore.
Cinta
itu sederhana~~~
Yang
rumit itu kamu~~~
Setelah
itu kalian akan diberikan pertanyaan mengenai kependudukan dan perumahan,
semuanya akan ditanyakan secara lengkap. Sans aja, gaes, ini bukan tes CPNS. Jadi,
nggak perlu bawa jimat segala.
Kurang
lebih ada 17 pertanyaan yang diberikan, dan estimasi waktu untuk satu anggota
keluarga kurang lebih 5 menit, lah. Oh, ya, jangan lupa untuk sering-sering
pencet fitur “simpan sementara” yang ada di pojok kanan (kalau nggak salah
ingat), barangkali pas enak-enak ngisi data dan mau lanjut ke anggota keluarga
selanjutnya laman bps loading. Kalau sudah pencet simpan sementara kita bisa
melanjutkan lagi pengisian data yang tertunda. Kalau belum pencet fitur simpan
sementara kita bakal mulai proses dari awal lagi. Capek tauk.
Bagaimana,
sobat magerku? Mudah bukan? Kalau mau ngasih tahu yang lainnya, kalian juga
bisa download bukti bahwa sudah berpartisipasi pada SPO 2020 dan bisa dicetak
juga. Lumayan tahu buat ngisi feed instagram dengan postingan yang berfaedah
dan mencerahkan. Jangan lupa juga kasih tagar #MencatatIndonesia. Oh, ya
(lagi), data yang sudah kita rekam ini sifatnya rahasia dan tentunya
kerahasiaan informasi kita dijamin sama undang-undang.
Lagian,
ya, gaes. SPO 2020 ini cocok banget buat sobat introvert yang kurang nyaman
bertemu sama orang asing. Kalau kalian mengisi dengan benar dan nggak ada yang
terlewat, pokoknya sudah berhasil, kalian jadi nggak perlu didatangi petugas
sensus di bulan Juli 2020 besok. Peugas sensus akan datang ke rumah-rumah untuk
mendata masyarakat yang belum mengikuti SPO 2020 dengan cara wawancara, dan itu
berlangsung 1 Juli-31 Juli 2020. Pastikan kue lebaran masih ada, ya!
Baiklah,
selamat mengikuti sensus penduduk online 2020 semuanya. Mari bantu pemerintah
untuk #MencatatIndonesia.
![]() |
| Kiri ke kanan: Pak Benny, saya, Pak Yansen (wakil direktur Mandala), Pak Tri Erwandi. |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar