Kamis, 05 Maret 2020

Sensus Penduduk Online 2020

Beberapa waktu yang lalu programer saya bilang kalau tanggal 5 Maret 2020 ada talkshow dari Badan Pusat Statistik Banyuwangi. Setelah dapat info itu saya langsung buka laman sensus.bps.go.id dan mulai ikut Sensus Penduduk Online (SPO).

And the day is coming. Jam 09.00 tepat saya memandu talkshow bersama Kepala BPS, Pak Tri Erwandi dan Pak Benny. Yup, seperti judul tulisan ini, gaes, kami ngobrol seputar Sensus Penduduk Online 2020.

Dua orang ini sudah mencuri perhatian saya sejak sebelum on air. Maksudnya bapak-bapak ini pembawaannya menyenangkan, nggak serius-serius banget. Jadi, sebelum on air saya sempatkan dulu untuk ngobrol dengan beliau berdua. Sambil pamer kalau keluarga saya sudah melakukan Sensus Penduduk Online tahun 2020 ini. Nah, first impression ini yang nggak akan saya sia-siakan. Pak Tri menyambut gembira aksi pamer saya, hahaha. Selanjutnya kami mulai nyaman ngobrol dan berujung on air.

Saat on air pun beliau berdua mampu mengimbangi jokes saya yang you know lah gaes, receh dan nggak high quality, wqwq. Sensus Penduduk Online 2020 ini dibuka per tanggal 15 Februari 2020 dan berakhir 31 Maret 2020. Wait, kalian sudah tahu, kan, kalau ada SPO 2020?

Kalau sudah, alhamdulillah. Kalau belum, yaaah~

Pak Tri menjelaskan secara lengkap bagaimana prosedur SPO 2020 ini, dan tentunya juga menjelaskan Indonesia ini sudah melakukan sensus penduduk yang ke berapa. Saya lumayan terkejut ketika Pak Tri bilang bahwa ini adalah sensus yang ketujuh kalinya yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Kenapa saya terkejut? Biasa, minim informasi, hehehe.

Sensus penduduk pertama kali dilakukan pada tahun 1961. Waktu itu penduduk Indonesia sebanyak 97,0 juta jiwa, dan jumlah ini terus meningkat (sumber: brosur BPS). Nah, setelah itu dilakukan pada tahun dengan akhiran 0, untuk memudahkan kita mengingat ya, gaes. Betul, sensus penduduk di Indonesia dilakukan sepuluh tahun sekali. Tahun 1980, 1990, 2000, 2010, 2020, dst. Nah, untuk sensus ekonomi dilaksanakan pada tahun dengan akhiran 6, dan sensus pertanian dilaksanakan pada tahun dengan akhiran 3. Jadi, Indonesia itu punya tiga sensus besar. Sensus penduduk, sensus ekonomi, sensus pertanian. Bagaimana? Informatif bukan blog saya ini?

Lalu, gaes, kenapa harus SPO? Karena memang sudah zamannya, ya. Kita hidup di era digtal yang apa-apa serba mudah, murah, cepat. Saya rasa bukan hal yang perlu dipertanyakan ketika pemerintah memutuskan untuk #MencatatIndonesia dengan cara digital di era modern ini. Paling-paling kendala yang dialami adalah ketika bapak dan ibu kita merasa repot harus berurusan sama yang online-online. Nah, di situlah anak-anaknya bisa berkesempatan untuk jadi anak yang berbakti pada orang tua, alias dibantuin hey itu bapak ibunya yang kesulitan buat sensus online, minta duit aja bisanya!

Tiga alasan yang diuraikan oleh BPS tentang kenapa harus SPO, adalah:
Partisipasi Aktif. SPO ini bisa dilakukan kapan saja, dimana saja secara mandiri selama periode SPO. Bayangin aja, kita bisa SPO sambil boker, loh. Iya, kan? Anak mager bersatulah!

Optimalisasi Teknologi Informasi. BPS menilai literasi masyarakat terhadap penggunaan teknologi informasi semakin baik. Era dimana kita bisa makan walaupun diam saja di rumah, menjadikan sensus mandiri bukan sesuatu yang tidak mungkin. Ya buktinya sekarang bisa. Kemajuan teknologi sudah masuk ke banyak bidang, salah satunya pencatatan data atau informasi.

Budaya Cinta Data. Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti penting data, dimulai dari informasi pribadinya. Cinta data aja bisa, apalagi cinta kamu? Bukan begitu? Haduuuh, jokes so old.

Lalu, apa sebenarnya tujuan sensus itu sendiri? Untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk Indonesia menuju satu data kependudukan Indonesia. Dari sensus ini kita bisa tahu berapa, sih, jumlah perempuan dan jumlah laki-laki di Indonesia. Terus berapa banyak usia produktif yang dimiliki Indonesia. Pokoknya gitu lah.

Kemudian bagaimana prosedur SPO 2020 ini? Sungguhlah mudah sekali, sobat magerku~

Pertama, siapkan smartphone, tablet, laptop, atau komputer. Ya pokoknya perangkat apapun yang mau kalian pakai buat SPO ini, bebas. Kedua, siapkan paket data atau jaringan wifi ya, sobat magerku. Kan online, berarti harus ada jaringan internet. Bukan begitu? Ketiga, percaya kitab Allah, rukun Islaaaaam kali ah. Siapkan KK, ya. Kartu keluarga, bukan KK pemain sepak bola.

Setelah langkah satu, dua, tiga jadi apa prok prok prok selesai, sekarang tinggal dibuka laman sensus.bps.go.id. Sebelum mulai sensus mohon dibaca dulu ucapan selamat datang dari BPS pusat, biar pa-ham. Nanti ada panduan untuk mengisi nomor KK dan NIK. Setelah itu juga diarahkan untuk membuat password dan harus memasukkan kode buram atau captcha. Passwordnya seperti biasa kombinasi angka dan huruf. Simpel aja dan nggak perlu panjang-panjang kayak tol probowangi dan rumit kayak Langit Sore.

Cinta itu sederhana~~~

Yang rumit itu kamu~~~

Setelah itu kalian akan diberikan pertanyaan mengenai kependudukan dan perumahan, semuanya akan ditanyakan secara lengkap. Sans aja, gaes, ini bukan tes CPNS. Jadi, nggak perlu bawa jimat segala.

Kurang lebih ada 17 pertanyaan yang diberikan, dan estimasi waktu untuk satu anggota keluarga kurang lebih 5 menit, lah. Oh, ya, jangan lupa untuk sering-sering pencet fitur “simpan sementara” yang ada di pojok kanan (kalau nggak salah ingat), barangkali pas enak-enak ngisi data dan mau lanjut ke anggota keluarga selanjutnya laman bps loading. Kalau sudah pencet simpan sementara kita bisa melanjutkan lagi pengisian data yang tertunda. Kalau belum pencet fitur simpan sementara kita bakal mulai proses dari awal lagi. Capek tauk.

Bagaimana, sobat magerku? Mudah bukan? Kalau mau ngasih tahu yang lainnya, kalian juga bisa download bukti bahwa sudah berpartisipasi pada SPO 2020 dan bisa dicetak juga. Lumayan tahu buat ngisi feed instagram dengan postingan yang berfaedah dan mencerahkan. Jangan lupa juga kasih tagar #MencatatIndonesia. Oh, ya (lagi), data yang sudah kita rekam ini sifatnya rahasia dan tentunya kerahasiaan informasi kita dijamin sama undang-undang.

Lagian, ya, gaes. SPO 2020 ini cocok banget buat sobat introvert yang kurang nyaman bertemu sama orang asing. Kalau kalian mengisi dengan benar dan nggak ada yang terlewat, pokoknya sudah berhasil, kalian jadi nggak perlu didatangi petugas sensus di bulan Juli 2020 besok. Peugas sensus akan datang ke rumah-rumah untuk mendata masyarakat yang belum mengikuti SPO 2020 dengan cara wawancara, dan itu berlangsung 1 Juli-31 Juli 2020. Pastikan kue lebaran masih ada, ya!

Baiklah, selamat mengikuti sensus penduduk online 2020 semuanya. Mari bantu pemerintah untuk #MencatatIndonesia.

Kiri ke kanan: Pak Benny, saya, Pak Yansen (wakil direktur Mandala), Pak Tri Erwandi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar