Istanbul.
Ah kota ini.
Dasar ngeyel. Padahal hanya akan merasa sesak saja jika aku terus membayangkan Istanbul.
Entah sejak kapan aku mulai jatuh cinta padanya.
Setiap saat, setiap waktu, setiap shalat aku terus terbayang tiap sudut kota itu.
Memang, aku belum pernah menginjakkan kaki disana.
Tapi rasa²nya Istanbul sudah begitu dekat saja.
Aku sudah bisa mencium aroma Bhaklava hangat yang baru matang.
Dasar ngeyel. Padahal hanya akan merasa sesak saja jika aku terus membayangkan Istanbul.
Entah sejak kapan aku mulai jatuh cinta padanya.
Setiap saat, setiap waktu, setiap shalat aku terus terbayang tiap sudut kota itu.
Memang, aku belum pernah menginjakkan kaki disana.
Tapi rasa²nya Istanbul sudah begitu dekat saja.
Aku sudah bisa mencium aroma Bhaklava hangat yang baru matang.
Atau aroma Chay yang sangat harum.
Menikmatinya sambil duduk menghadap Bhosporus.
Ah Tuhan, sungguh nikmat yang luar biasa.
Menikmatinya sambil duduk menghadap Bhosporus.
Ah Tuhan, sungguh nikmat yang luar biasa.
Istanbul.
Aku pernah membayangkan menjamahmu bersama seseorang.
Dia, seseorang itu, yang selalu mengusikku hingga saat ini.
Yang selalu membuatku menangis saat menghadapNya.
Aku hanya membayangkan kami berdua menelusuri sudut² Grand Bazar.
Memotret kemegahan Hagia Sophia.
Atau melihat keindahan Istanbul dari balon udara di Kappadokia.
Hhhh kan, semakin sesak rasanya.
Aku pernah membayangkan menjamahmu bersama seseorang.
Dia, seseorang itu, yang selalu mengusikku hingga saat ini.
Yang selalu membuatku menangis saat menghadapNya.
Aku hanya membayangkan kami berdua menelusuri sudut² Grand Bazar.
Memotret kemegahan Hagia Sophia.
Atau melihat keindahan Istanbul dari balon udara di Kappadokia.
Hhhh kan, semakin sesak rasanya.
Aku masih dan akan tetap menaruh mimpi² untuk bisa menjelajah Turki.
Seperti host Travelleza yang dulu sempat membuatku hampir menangis karena iri, hehehe :-)
Istanbul, Turki.
Kenapa bisa kau memikatku hingga seperti ini?
Kenapa bisa aku sangat tergila-gila padamu?
Kenapa bisa? Kenapa?
Seperti host Travelleza yang dulu sempat membuatku hampir menangis karena iri, hehehe :-)
Istanbul, Turki.
Kenapa bisa kau memikatku hingga seperti ini?
Kenapa bisa aku sangat tergila-gila padamu?
Kenapa bisa? Kenapa?
Tapi, terlepas dari itu semua.
Aku masih ingin menjelajah sudut² Indonesia.
Entah kapan.
Hal ini semakin menyadarkanku,
Bahwa Istanbul masih sangat jauh.
Aku masih ingin menjelajah sudut² Indonesia.
Entah kapan.
Hal ini semakin menyadarkanku,
Bahwa Istanbul masih sangat jauh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar