31
Mei 1994.
Dua
insan yang dipertemukan Tuhan mengikat janji suci
Janji
untuk hidup bersama sepanjang hayat mereka
Janji
suci untuk saling menjaga satu sama lain
Janji
suci kepada diri mereka dan Tuhan mereka
Janji
yang disaksikan oleh banyak pasang mata
Janji
yang hingga 21 tahun ini tidak teringkari
Hingga
tepat setahun setelah janji tersebut, lahirlah aku ke dunia
31
Mei bukan hanya sekedar hari dimana mereka membuat janji
Jauh
dari dugaan, Tuhan menunjukkan kebesaranNya dengan melahirkan aku di tanggal
yang sama saat dua insan itu melaksanakan akad.
31
Mei 1995 aku dilahirkan.
Secara
normal, tidak operasi.
Setiap
tanggal tersebut, ketika mereka dengan begitu ikhlasnya selalu mendoakan
kehidupanku
Aku
mendoakan untuk janji mereka
Aku
mendoakan agar mereka selalu kuat menghadapi apapun
Agar
janji mereka tidak terkhianati
Agar
janji mereka abadi hingga ajal tiba
Aku
mendoakan mereka berdua
Pernikahan
mereka, Abah dan Ibuku
Ketika
Abah hanya memikirkan peringatan 31 Mei sebagai hari lahirku
Aku
selalu mengingat 31 Mei tidak hanya sebagai hari lahirku
Tapi
juga hari lahir kehidupan baru mereka
Rasanya
ungkapan terimakasih yang berkali-kali kuucapkan tak mampu membalas apa saja
yang sudah mereka berikan.
Menurut
pada mereka pun rasanya belum mampu membalas keikhlasan mereka.
Menjadi
baik, tidak ruwet, tidak
mempermalukan mereka, itu saja mereka anggap sudah cukup.
Tapi
aku merasa belum cukup dengan hanya itu saja.
Dia
dengan segala kebaikan dan kemurahanNya
Mengirim
dua malaiakat tak bersayap itu untuk menjadi tempatku berlindung
Menitipkan
aku pada dua malaikat yang tanpa lelah mendengar keluh kesahku
Hingga
hari ini …
Aku
hanya dapat berterimakasih kembali
Atas
segala hal yang sudah dilakukan
Abah
…
Terimakasih
sudah sangat menjagaku
Terimakasih
sudah sangat melindungiku
Terimakasih
sudah menjadi the best Dad in the world
Ibu
…
Lukisan
kata-kata tak cukup mampu untuk mengungkapkan kehebatanmu
Segalanya
seperti tak sebanding dengan apa yang sudah kau beri
Terimakasih
sudah berjuang hidup demi melahirkan aku
Ardi
…
Terimakasih
sudah menjadi Adik yang sangat menyebalkan
Terimakasih
atas ucapanmu pagi ini yang menurutku “nggak banget”
Jadilah
anak yang baik
Jangan
mengecewakan orang tua dan aku
Selesaikan
sekolah dan being whatever you want to do
Fahri
…
Ah,
kau masih terlalu kecil untuk kuberi kata-kata
Tapi
terimakasih sudah membuat Kakakmu ini terlihat tua dari yang sebenarnya
Karena
kemanapun aku pergi ketika membawamu, banyak orang mengira kamu itu bukan
adikku.
Tapi
anakku.
Sudahlah.
Aku pun tak marah.
Terimakasih
my beloved family.
Terimakasih juga untuk yang sudah mendoakan.
Semoga apa-apa yang baik yang kalian harapkan padaku dapat terijabah.
Seperti yang sudah kutulis.
This is not only about my birthday.
But also your Wedding Anniversary, Bah, Bu ...
Keep romantic, stay healthy, longlast ever after ...
I love you much more.
Terimakasih juga untuk yang sudah mendoakan.
Semoga apa-apa yang baik yang kalian harapkan padaku dapat terijabah.
Seperti yang sudah kutulis.
This is not only about my birthday.
But also your Wedding Anniversary, Bah, Bu ...
Keep romantic, stay healthy, longlast ever after ...
I love you much more.
20
years ago today, I was born.
As
life goes on, so many things happened.
At
the end, age is just a number.
Keep
learning.
It’s
not about getting older, but instead getting
better and wiser everyday
Dear
my lovely fams, friends, and all of the people who know me


Tidak ada komentar:
Posting Komentar