Minggu, 31 Mei 2015

Our Day

31 Mei 1994.
Dua insan yang dipertemukan Tuhan mengikat janji suci
Janji untuk hidup bersama sepanjang hayat mereka
Janji suci untuk saling menjaga satu sama lain
Janji suci kepada diri mereka dan Tuhan mereka
Janji yang disaksikan oleh banyak pasang mata
Janji yang hingga 21 tahun ini tidak teringkari
Hingga tepat setahun setelah janji tersebut, lahirlah aku ke dunia

31 Mei bukan hanya sekedar hari dimana mereka membuat janji
Jauh dari dugaan, Tuhan menunjukkan kebesaranNya dengan melahirkan aku di tanggal yang sama saat dua insan itu melaksanakan akad.
31 Mei 1995 aku dilahirkan.
Secara normal, tidak operasi.

Setiap tanggal tersebut, ketika mereka dengan begitu ikhlasnya selalu mendoakan kehidupanku
Aku mendoakan untuk janji mereka
Aku mendoakan agar mereka selalu kuat menghadapi apapun
Agar janji mereka tidak terkhianati
Agar janji mereka abadi hingga ajal tiba
Aku mendoakan mereka berdua
Pernikahan mereka, Abah dan Ibuku

Ketika Abah hanya memikirkan peringatan 31 Mei sebagai hari lahirku
Aku selalu mengingat 31 Mei tidak hanya sebagai hari lahirku
Tapi juga hari lahir kehidupan baru mereka

Rasanya ungkapan terimakasih yang berkali-kali kuucapkan tak mampu membalas apa saja yang sudah mereka berikan.
Menurut pada mereka pun rasanya belum mampu membalas keikhlasan mereka.
Menjadi baik, tidak ruwet, tidak mempermalukan mereka, itu saja mereka anggap sudah cukup.
Tapi aku merasa belum cukup dengan hanya itu saja.

Dia dengan segala kebaikan dan kemurahanNya
Mengirim dua malaiakat tak bersayap itu untuk menjadi tempatku berlindung
Menitipkan aku pada dua malaikat yang tanpa lelah mendengar keluh kesahku

Hingga hari ini …
Aku hanya dapat berterimakasih kembali
Atas segala hal yang sudah dilakukan

Abah …
Terimakasih sudah sangat menjagaku
Terimakasih sudah sangat melindungiku
Terimakasih sudah menjadi the best Dad in the world

Ibu …
Lukisan kata-kata tak cukup mampu untuk mengungkapkan kehebatanmu
Segalanya seperti tak sebanding dengan apa yang sudah kau beri
Terimakasih sudah berjuang hidup demi melahirkan aku

Ardi …
Terimakasih sudah menjadi Adik yang sangat menyebalkan
Terimakasih atas ucapanmu pagi ini yang menurutku “nggak banget”
Jadilah anak yang baik
Jangan mengecewakan orang tua dan aku
Selesaikan sekolah dan being whatever you want to do

Fahri …
Ah, kau masih terlalu kecil untuk kuberi kata-kata
Tapi terimakasih sudah membuat Kakakmu ini terlihat tua dari yang sebenarnya
Karena kemanapun aku pergi ketika membawamu, banyak orang mengira kamu itu bukan adikku.
Tapi anakku.
Sudahlah. Aku pun tak marah.

Terimakasih my beloved family.
Terimakasih juga untuk yang sudah mendoakan.
Semoga apa-apa yang baik yang kalian harapkan padaku dapat terijabah.

Seperti yang sudah kutulis.
This is not only about my birthday.
But also your Wedding Anniversary, Bah, Bu ...
Keep romantic, stay healthy, longlast ever after ...
I love you much more.

20 years ago today, I was born.
As life goes on, so many things happened.
At the end, age is just a number.
Keep learning.
It’s not about getting older, but instead getting better and wiser everyday
Dear my lovely fams, friends, and all of the people who know me

Thanks for making my day ...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar