Hari ini umurmu bertambah setahun lagi.
Selamat ulang tahun, pribadi yang terus berusaha memperbaiki diri ...
Cut. Ah, nama panggilanmu itu kadang membuatku tidak mengerti.
Kenapa aku memanggilmu Cut?
Kenapa aku malah ikut-ikutan Mas Alvin?
Aku hanya membayangkan ketika ada teman kita yang bertanya,
"Mey, kenapa kamu manggil Rani Cut?"
"Ikut-ikutan Mas-nya Rani."
Ah, kan nggak kece banget.
Nggak ada historisnya -___-
Tapi ya anggap saja inikegilaan keunikan kita.
Kamu memanggilku Cot, yang sudah pasti, tidak lain dan tidak bukan dikarenakan hidungku yang terlalu mbangir ini hahahaha.
Ya kan ya kan??? :D
Abaikan.
Hey sahabatkuu, selamat bertambah usia yaa ...
Selamat menikmati udara di usia 20.
20 tahun sudah Tuhan mengizinkan kamu untuk
bernafas di dunia-Nya tanpa dipungut biaya :D
Lihat, betapa Maha Pemurahnya Dia, kan?
Segala semoga yang ku semogakan untukmu.
Semoga segala yang baik terus ada pada dirimu.
Lima tahun sudah kita saling mengenal.
Kamu yang entah kenapa bisa menjadi bagian penting dalam cerita hidupku.
Kamu yang entah darimana datangnya bisa menjadi teman yang hingga saat ini tetap ada.
Aku tidak pernah membayangkan akan datangnya peranmu.
Tapi bukankah skenario-Nya selalu mengejutkan, Cut?
Aku dan kamu sekarang sudah bukan anak SMA lagi.
Dulu, kita bisa berkabar satu sama lain sepanjang hari.
Bercerita ngalor-ngidul tentang apa saja.
Tentang sekolah, teman, guru, keluarga, musik, film,bahkan gebetan :D
Kita bahkan bisa meninggalkan berpuluh-puluh sms di inbox kita masing-masing.
Aku banyak bercerita tentangmu pada Ibuku.
Begitu pun kamu, banyak bercerita tentangku pada Ibumu.
Hingga mungkin Ibuku dan Ibumu menjadi bosan.
Karena anaknya selalu menyebut nama teman mereka yang itu-itu saja :D
Kita berdua pernah bersama-sama bermimpi.
Mimpi yang sampai saat ini masih sangat aku jaga.
Mimpi yang kita buat di kamarmu, saat aku menginap di rumahmu.
Namun saat ini,
Kita berdua sudah tidak seperti dulu.
Pasti, everything has changed.
Sebuah proses kedewasaan yang kita lalui, Cut.
Kita tidak pernah membenci satu sama lain atas perubahan ini, kan?
Karena aku dan kamu sadar.
Kita memiliki tanggung jawab yang sudah semakin berat.
Kamu dan aku sudah menjalani kehidupan yang bukan kehidupan anak-anak lagi,
dimana kita masih bersenang-senang atas apa yang ada di depan kita.
Kamu dan aku mengerti akan kesibukan satu sama lain.
Kamu dan aku sudah menjadi dewasa dan mulai memahami.
Cut, aku bukan jenis teman yang pintar merangkai kalimat indah, manis nan mempesona.
Apalagi untuk momen ulang tahun seperti ini.
Sudilah kiranya Ananda menerima kalimat-kalimat tak bermutu dari Ibu Peri ini yaa :D
Buper tak bisa memberimu apa-apa, Nak.
Yang Buper beri hanya doa setulus hati.
Seperti lagu Jamrud yang tersohor itu.
Semoga Tuhaaaan, melindungi kamuuu.
Serta tercapai semua angan dan cita-citamuuu.
Mudah-mudahaaaan diberi umur panjaaang.
Sehat selama-lamanyaaaa, selamat ulang tahun!
"Dan pada akhirnya ...
Sahabat satu per satu akan pergi.
Entah untuk cita-cita, serita cinta, ataupun kemajuan diri.
Tapi satu hal yang pasti.
Sejauh apapun kalian pergi,
Kalian tetap harta terbaik yang selalu di hati
Dan tetap di nantikan hingga pulang kembali."
Kalimat seng terakhir iki aku nyontek Dagelan Cut, sumpah! :D
Selamat bertambah usia. Semoga semakin bijak dan mendewasa ...
Selamat ulang tahun, pribadi yang terus berusaha memperbaiki diri ...
Cut. Ah, nama panggilanmu itu kadang membuatku tidak mengerti.
Kenapa aku memanggilmu Cut?
Kenapa aku malah ikut-ikutan Mas Alvin?
Aku hanya membayangkan ketika ada teman kita yang bertanya,
"Mey, kenapa kamu manggil Rani Cut?"
"Ikut-ikutan Mas-nya Rani."
Ah, kan nggak kece banget.
Nggak ada historisnya -___-
Tapi ya anggap saja ini
Kamu memanggilku Cot, yang sudah pasti, tidak lain dan tidak bukan dikarenakan hidungku yang terlalu mbangir ini hahahaha.
Ya kan ya kan??? :D
Abaikan.
Hey sahabatkuu, selamat bertambah usia yaa ...
Selamat menikmati udara di usia 20.
20 tahun sudah Tuhan mengizinkan kamu untuk
bernafas di dunia-Nya tanpa dipungut biaya :D
Lihat, betapa Maha Pemurahnya Dia, kan?
Segala semoga yang ku semogakan untukmu.
Semoga segala yang baik terus ada pada dirimu.
Lima tahun sudah kita saling mengenal.
Kamu yang entah kenapa bisa menjadi bagian penting dalam cerita hidupku.
Kamu yang entah darimana datangnya bisa menjadi teman yang hingga saat ini tetap ada.
Aku tidak pernah membayangkan akan datangnya peranmu.
Tapi bukankah skenario-Nya selalu mengejutkan, Cut?
Aku dan kamu sekarang sudah bukan anak SMA lagi.
Dulu, kita bisa berkabar satu sama lain sepanjang hari.
Bercerita ngalor-ngidul tentang apa saja.
Tentang sekolah, teman, guru, keluarga, musik, film,
Kita bahkan bisa meninggalkan berpuluh-puluh sms di inbox kita masing-masing.
Aku banyak bercerita tentangmu pada Ibuku.
Begitu pun kamu, banyak bercerita tentangku pada Ibumu.
Hingga mungkin Ibuku dan Ibumu menjadi bosan.
Karena anaknya selalu menyebut nama teman mereka yang itu-itu saja :D
Kita berdua pernah bersama-sama bermimpi.
Mimpi yang sampai saat ini masih sangat aku jaga.
Mimpi yang kita buat di kamarmu, saat aku menginap di rumahmu.
Namun saat ini,
Kita berdua sudah tidak seperti dulu.
Pasti, everything has changed.
Sebuah proses kedewasaan yang kita lalui, Cut.
Kita tidak pernah membenci satu sama lain atas perubahan ini, kan?
Karena aku dan kamu sadar.
Kita memiliki tanggung jawab yang sudah semakin berat.
Kamu dan aku sudah menjalani kehidupan yang bukan kehidupan anak-anak lagi,
dimana kita masih bersenang-senang atas apa yang ada di depan kita.
Kamu dan aku mengerti akan kesibukan satu sama lain.
Kamu dan aku sudah menjadi dewasa dan mulai memahami.
Cut, aku bukan jenis teman yang pintar merangkai kalimat indah, manis nan mempesona.
Apalagi untuk momen ulang tahun seperti ini.
Sudilah kiranya Ananda menerima kalimat-kalimat tak bermutu dari Ibu Peri ini yaa :D
Buper tak bisa memberimu apa-apa, Nak.
Yang Buper beri hanya doa setulus hati.
Seperti lagu Jamrud yang tersohor itu.
Semoga Tuhaaaan, melindungi kamuuu.
Serta tercapai semua angan dan cita-citamuuu.
Mudah-mudahaaaan diberi umur panjaaang.
Sehat selama-lamanyaaaa, selamat ulang tahun!
"Dan pada akhirnya ...
Sahabat satu per satu akan pergi.
Entah untuk cita-cita, serita cinta, ataupun kemajuan diri.
Tapi satu hal yang pasti.
Sejauh apapun kalian pergi,
Kalian tetap harta terbaik yang selalu di hati
Dan tetap di nantikan hingga pulang kembali."
Kalimat seng terakhir iki aku nyontek Dagelan Cut, sumpah! :D
Selamat bertambah usia. Semoga semakin bijak dan mendewasa ...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar