Senin, 22 Februari 2016

It's Me, Mey ...


Setelah hidup selama 20 tahun, akhirnya ada laki-laki yang protes terhadap sikapku.
Hari ini aku ke kampus untuk menyelesaikan segala urusan semesteran, serta urusan KKN.
Ini pertama kalinya aku bertemu sisa-sisa teman KKN setelah tanggal 19 lalu.
Ada aku, Farin, Mas Heri, Haisah, Achonk dan Tomi.
Seperti biasa, jika ada Tomi disana bisa dipastikan aku tidak akan bisa mengontrol tertawaku.

Benar saja, entah apa yang Tomi katakan saat itu, tapi itu sukses membuatku ngakak.
Dan waktu itu posisi kami ada di parkiran bawah ring basket sebelah Barat.
Saat sedang ngakak itulah tiba-tiba Mas Heri mengeluarkan kalimatnya.
“Mbak Mey, samean ini cantik yo…”
You know gaes, dengan tatapan prihatin.
Aku tahu arti kalimat itu.
Karena selama di posko berulang kali Mas Heri nge-gap aku ketawa ngakak dan saat itu pula aku terpaksa berhenti.

Gini gaes, jangan salah paham dulu.
Aku tahu maksud Mas Heri baik.
Beliau pasti ngeman, dan yang di eman ini malah nggak bisa di eman.
Aku benar-benar paham maksud Mas Heri.
Karena bukan hanya Mas Heri yang seperti itu.
Abahku juga seperti itu.
Tapi mungkin karena terlalu lelah dengan putrinya yang ndableg ini, akhirnya Abah tidak pernah komentar apa-apa lagi.

Harusnya dengan protes yang terlontar dari Mas Heri dan Abah, ini merupakan suatu warning.
Namun nyatanya aku tidak jera.
Aku tidak peduli mungkin saat ini Mas Heri sudah ilfeel atau apapun terhadapku.
I really don’t care.
Karena memang seperti itulah aku.
Aku ya begitu itu orangnya.
Susah disuruh kalem, susah disuruh anteng.

Bukannya nggak bisa. Bisa.
Aku tahu saat dimana harus menjaga sikap.
Berteman denganku ya begitu, siap-siap untuk tutup kuping tiap hari.
Mungkin saat pembagian pita suara dulu aku ada di garda terdepan, huwehehehe :D
Aku juga tidak tahu kenapa aku memiliki suara yang … ah padahal lho nggak cempreng-cempreng amat, mereka aja lebay.
Ini modal tau genk, buat nyari duit pas ngemc wkwkwkwk …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar