Setelah hidup selama 20 tahun, akhirnya ada laki-laki yang protes terhadap sikapku.
Hari
ini aku ke kampus untuk menyelesaikan segala urusan semesteran, serta urusan
KKN.
Ini
pertama kalinya aku bertemu sisa-sisa teman KKN setelah tanggal 19 lalu.
Ada
aku, Farin, Mas Heri, Haisah, Achonk dan Tomi.
Seperti
biasa, jika ada Tomi disana bisa dipastikan aku tidak akan bisa mengontrol
tertawaku.
Benar
saja, entah apa yang Tomi katakan saat itu, tapi itu sukses membuatku ngakak.
Dan
waktu itu posisi kami ada di parkiran bawah ring basket sebelah Barat.
Saat
sedang ngakak itulah tiba-tiba Mas Heri mengeluarkan kalimatnya.
“Mbak Mey, samean ini cantik yo…”
You know gaes, dengan tatapan prihatin.
Aku
tahu arti kalimat itu.
Karena
selama di posko berulang kali Mas Heri nge-gap aku ketawa ngakak dan saat itu
pula aku terpaksa berhenti.
Gini
gaes, jangan salah paham dulu.
Aku
tahu maksud Mas Heri baik.
Beliau
pasti ngeman, dan yang di eman ini malah nggak bisa di eman.
Aku
benar-benar paham maksud Mas Heri.
Karena
bukan hanya Mas Heri yang seperti itu.
Abahku
juga seperti itu.
Tapi
mungkin karena terlalu lelah dengan putrinya yang ndableg ini, akhirnya Abah tidak pernah komentar apa-apa lagi.
Harusnya
dengan protes yang terlontar dari Mas Heri dan Abah, ini merupakan suatu
warning.
Namun
nyatanya aku tidak jera.
Aku
tidak peduli mungkin saat ini Mas Heri sudah ilfeel atau apapun terhadapku.
I really don’t care.
Karena
memang seperti itulah aku.
Aku
ya begitu itu orangnya.
Susah
disuruh kalem, susah disuruh anteng.
Bukannya
nggak bisa. Bisa.
Aku
tahu saat dimana harus menjaga sikap.
Berteman
denganku ya begitu, siap-siap untuk tutup kuping tiap hari.
Mungkin
saat pembagian pita suara dulu aku ada di garda terdepan, huwehehehe :D
Aku
juga tidak tahu kenapa aku memiliki suara yang … ah padahal lho nggak
cempreng-cempreng amat, mereka aja lebay.
Ini
modal tau genk, buat nyari duit pas ngemc wkwkwkwk …

Tidak ada komentar:
Posting Komentar