Jumat, 05 Februari 2016

Turun Gunung

Semenjak KKN aku jadi agak tulalit.
Jadi seperti orang linglung.
Lupa hari, lupa tanggal, lupa pulang, lupa mau nulis apa ...

Seharian ini aku sibuk mondar-mandir ngetan ngulon bersama Farin.
Mulai dari rumah Mbak Wella (nunut ngeprint, karena printer di sekretariat sedang ngambul), ke SD 2 Balak (komunikasi ke Kepala Sekolah untuk peminjaman ruang) hingga ke SMP 2 Songgon (mengantar surat delegasi peserta).
Aku sempat sadar jika hari ini hari Jum'at.
Karena dari pagi aku sudah wanti-wanti diri sendiri agar gerak lebih cepat.
Yaa you know lah, Friday is a short day.

Hari ini aku bahagia.
Ah, bahagia itu sederhana saja.
Ketika kamu memperjuangkan apa yang kamu harapkan dan itu terwujud, bahagianya dimana-mana.
Peminjaman tempat untuk acara Selasa besok berjalan dengan sangat sangat lancar.
Pak Erpandi, yang merupakan Kepala SD 2 Balak benar-benar pribadi yang menyenangkan.
Beliau mempersilakan kami untuk meminjam tempat pertemuan.

Nah, siapa yang nggak bahagia?
Padahal, malam sebelumnya aku sempat berpikir yang tidak-tidak.
Bagaimana jika kami tidak diperkenankan meminjam tempat?
Ternyata semua berjalan dengan lancar.

Setelah urusan pinjam-meminjam selesai aku dan Farin segera meluncur ke SMP 2 Songgon.
Menemui Pak Slamet Bunyamin yang muiriiiiip sekali dengan Pak Wagianto, Camat Songgon.
Sampai di tempat seperti biasa Pak Slamet selalu menyambut dengan tawanya yang ramah.
Urusan di tempat ini juga berjalan lancar karena memang Kamis kemarin aku dan Arif sudah datang untuk komunikasi awal.
Kepala sekolah juga welcome sekali.
Ah, pokoknya hari ini simply happy.

Pulang dari urusan program aku mengunjungi Donat di Bayu.
Tidak lama. Setelah numpang sarapan yang di rapel makan siang, kami berdua pulang.
Dari posko, entah kenapa aku bisa tidur siang dengan pulasnya.
Apa karena faktor bahagia tadi?
Bisa jadi.

Saat bangun Mbak Geti sudah bersiap untuk masak.
Aku hanya membantu sekedarnya.
Karena waktuku tersita di depan laptop, ngurus surat.

Setelah semua masakan tersaji dan setelah semua personil berkumpul, akhirnya kami makan bersama.
Sebuah rutinitas yang selalu kami lakukan demi menjaga kekompakan.

Baru saja menelan suapan pertama, tiba-tiba dari luar ada seseorang yang mencariku.
Aku langsung berhambur keluar.
Aku pikir Donat, ternyata Bibeh.

Dan dengan bloonnya aku lagi-lagi tidak sadar jika ini hari Jum'at.
Hingga Bibeh  bilang "Nggak LDK?"
Aku langsung tepuk tangan jidat.

Segera aku mengganti pakaian dan meninggalkan makananku.
Ah, benar-benar lupa.
Akhirnya aku dan Bibeh pulang ke Banyuwangi.

Huwaaaaaa, rasanya seperti keluar dari penjara.
Aku menghirup udara kampus yang .. yaa sama saja sih sebenarnya.
Tapi ada perasaan lain, ini pertama kali aku datang ke kampus selama KKN.
Aku bertemu Mila, Intan, Laras, Mas Bekti.
Orang-orang yang membantuku untuk tetap istiqomah.

Hikmah dari kepulangan yang mendadak ini adalah aku bisa mampir kerumah, walau sebentar.
Benar-benar kangen rumah.
Aku bertemu Ardi, yang ketika melihatnya aku sadar bahwa aku rindu sekali.
Setidaknya ini jadi obat home sick yang melanda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar