Jum’at ini menjadi hari yang bersejarah bagi dua old friends saya. Kawan saya pertama,
Inda Rizkya Putri. Hari ini dia memperingati hari lahirnya yang ke dua puluh
dua tahun *ciye wis tuwa
Segala doa terbaik insyaallah senantiasa kuselipkan,
Mbel. Semoga segala harapan dan cita-citamu diridhoi Allah. Benar katamu,
apapun itu, sehat atau sakit, tak semestinya membuat kita lupa bersyukur. Di usia
yang ke-22 ini semoga kedewasaan selalu mengiringi tindakan serta pikiranmu. Tetaplah
menjadi Inda yang kukenal. Inda yang dulu, hari ini, maupun yang akan datang,
moga kamu selalu menjadi perempuan yang baik.
Tetaplah menjadi Bu Guru yang selalu mengayomi anak-anak.
Memberikan kasih sayang, ilmu, serta perhatian pada mereka. Semoga menjadi guru
yang selalu diberi kesabaran dalam mendidik beragam jenis watak murid-murid. Tetaplah
menjadi anak yang berbakti pada kedua orang tua. Bahagiakan bapak dan ibu
selagi mereka masih ada. Jadilah kakak yang penyayang untuk Mira dan Bandar. Mereka
adalah aset berharga dalam keluarga.
Terimakasih atas banyak hal yang telah kau ajarkan padaku.
Tempatku bertanya ini itu, tempatku menumpahkan berbagai jenis sampah. Tetap jadi
sosok perempuan yang membanggakan, Mbel. Jadilah cantik dengan segala
pengetahuan yang kamu miliki.
Sekali lagi, selamat hari lahir sahabatku. Moga kamu
makin bijak dan mendewasa.
---
Kwan saya yang kedua. Opiiiii ...
Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dia di Nusantara. Begitulah,
kami kangen-kangenan. Dan tiba-tiba dia menyuruh saya untuk datang di hari Jum’at.
Saya jawab ada apa? Dia bilang dia menikah. Saya bengong, kemudian ngakak. Ah,
becandanya suka garing deh. Dia memasang wajah serius yang sama sekali nggak
serius. Beneran nikah?
Dia bilang lagi, “Undangane entek tapi.”
Saya nggak bisa untuk nggak ketawa. Masalah undangan mah
bisa broadcast. Yang jadi pertanyaan,
seriusan nikah?
Dan semua itu terjawab hari ini. Foto-foto kebahagiaan
Novi tersebar di medsos kawan-kawan saya. Wkwkwkwkwk, ternyata pernikahan kawan
saya ini bukan hoax belaka. Senang, akhirnya berkurang lagi dua jomblo di
Banyuwangi. Duh, selamat ya, Pi. Semoga pernikahan ini berkah. Semoga dari
pernikahan ini nantinya akan lahir anak-anak yang cerdas, secerdas ibunya.
Cendekiawan bilang, mendidik anak itu bukan sejak dini,
tapi sejak kita memilih ibunya. InsyaAllah, suamimu sudah tepat memilihmu. Karena
saya yakin kamu akan jadi ibu yang hebat bagi keponakan-keponakan saya kelak. Huehehehehe
...
Sekali lagi, selamat berbahagia Inda, Novi.
![]() |
| Sumber : Google |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar