Selamat wis-sudah, Dimas. Selamat bernafas lega setelah
selama ini ditempa berupa-rupa cobaan. Selamat bernafas lega setelah
akhir-akhir ini berjibaku dengan tugas akhir yang sungguh luar biasa.
Dimas adalah kawanku saat sekolah dasar. Tentu sebagian
dari kalian sudah tahu. Karena aku pernah menulis tentangnya dulu. Kali ini pun
sama, tulisan ini khusus untuk dia di hari istimewanya.
Dimas adalah satu-satunya kawan SD-ku yang hingga saat
ini berkomunikasi dengan baik. Ya, bisa dibilang begitu. Aku lupa bagaimana
kenangan kami bersama kawan-kawan dulu. Karena itu sudah lama sekali terjadi.
Dimas dulu juga sempat menjadi teman curhat. Biasalah
anak muda. Saat ini pun masih sama. Kami tetap berhubungan baik. Beberapa waktu
yang lalu Inda kirim pesan, “Mbel, Dimas wisuda tanggal 19. Sudah tahu kan
kamu?” kujawab belum. Karena memang aku belum tahu. Iya, Inda mengenal Dimas.
Dimas pun mengenal Inda. Bagaimana mereka bisa saling kenal? Ah, ceritanya
panjang, toh, tulisan ini juga tentang wisuda Dimas, bukan tentang bagaimana
Inda dan Dimas akhirnya saling mengenal.
Setelah sekian panjang pendidikan yang telah dia lalui,
akhirnya hari ini pun tiba. Aku masih ingat bagaimana dia bercerita tentang
pengalamannya terombang-ambing di lautan yang entah itu laut mana. Ceritanya
tentang tidak ada sinyal dan mendapatakan hiburan dari apa saja di atas kapal.
Hingga pengalaman rohaninya yang tak bisa selalu sholat Jum’at. Aku mengerti.
Dimas adalah salah satu kawan yang selalu mensupportku
untuk terus menulis. Aku masih ingat bagaimana dulu dia bilang bahwa blogku
menjadi hiburan tersendiri selama dia ada di atas kapal. Tentu selama dia
mendapat sinyal. Aku sangat menghargai apresiasi yang dia berikan. Dia tak
lelah memberi semangat.
Hari ini, di hari istimewanya, aku akan mengucapkan
selamat, meskipun sudah kuucapkan tadi di Whatsapp. Selamat wisuda, Dim. Semoga segala ilmu yang kau dapat
saat pendidikan berkah dan bermanfaat. Selamat datang di kehidupan yang
sesungguhnya. Selamat datang di masa dimana pertanyaan ‘Kapan nikah’ akan
datang silih berganti. Hahaha.
Semoga kau mendapat pekerjaan yang baik. Tetap semangat,
dan terus banggakan orang tua. Bahagiakan mereka selagi ada. Sekali lagi,
selamat.
![]() |
| Hayoooo tebak, Dimas yang mana? |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar