Rabu, 19 April 2017

Congraduation, Dim.

Selamat wis-sudah, Dimas. Selamat bernafas lega setelah selama ini ditempa berupa-rupa cobaan. Selamat bernafas lega setelah akhir-akhir ini berjibaku dengan tugas akhir yang sungguh luar biasa.

Dimas adalah kawanku saat sekolah dasar. Tentu sebagian dari kalian sudah tahu. Karena aku pernah menulis tentangnya dulu. Kali ini pun sama, tulisan ini khusus untuk dia di hari istimewanya.

Dimas adalah satu-satunya kawan SD-ku yang hingga saat ini berkomunikasi dengan baik. Ya, bisa dibilang begitu. Aku lupa bagaimana kenangan kami bersama kawan-kawan dulu. Karena itu sudah lama sekali terjadi.

Dimas dulu juga sempat menjadi teman curhat. Biasalah anak muda. Saat ini pun masih sama. Kami tetap berhubungan baik. Beberapa waktu yang lalu Inda kirim pesan, “Mbel, Dimas wisuda tanggal 19. Sudah tahu kan kamu?” kujawab belum. Karena memang aku belum tahu. Iya, Inda mengenal Dimas. Dimas pun mengenal Inda. Bagaimana mereka bisa saling kenal? Ah, ceritanya panjang, toh, tulisan ini juga tentang wisuda Dimas, bukan tentang bagaimana Inda dan Dimas akhirnya saling mengenal.

Setelah sekian panjang pendidikan yang telah dia lalui, akhirnya hari ini pun tiba. Aku masih ingat bagaimana dia bercerita tentang pengalamannya terombang-ambing di lautan yang entah itu laut mana. Ceritanya tentang tidak ada sinyal dan mendapatakan hiburan dari apa saja di atas kapal. Hingga pengalaman rohaninya yang tak bisa selalu sholat Jum’at. Aku mengerti.

Dimas adalah salah satu kawan yang selalu mensupportku untuk terus menulis. Aku masih ingat bagaimana dulu dia bilang bahwa blogku menjadi hiburan tersendiri selama dia ada di atas kapal. Tentu selama dia mendapat sinyal. Aku sangat menghargai apresiasi yang dia berikan. Dia tak lelah memberi semangat.

Hari ini, di hari istimewanya, aku akan mengucapkan selamat, meskipun sudah kuucapkan tadi di Whatsapp. Selamat wisuda, Dim. Semoga segala ilmu yang kau dapat saat pendidikan berkah dan bermanfaat. Selamat datang di kehidupan yang sesungguhnya. Selamat datang di masa dimana pertanyaan ‘Kapan nikah’ akan datang silih berganti. Hahaha.
 
Semoga kau mendapat pekerjaan yang baik. Tetap semangat, dan terus banggakan orang tua. Bahagiakan mereka selagi ada. Sekali lagi, selamat.

Hayoooo tebak, Dimas yang mana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar