Dibalik segala kegiatan yang saya lakukan, setidaknya
selalu ada teman yang selalu support saya. Entah mereka support dengan cara
menghadiri acara atau support dengan cara terlibat juga dalam acara tersebut.
Pada acara seminar perempuan kemarin, saya dan Bibeh sempat melihat daftar
nama-nama peserta yang sudah di rekap. Bibeh menanyakan nama-nama para
sahabatnya yang sudah tak asing lagi di telinga saya. Dia bilang, “Aku tuh kalo ada acara, mesti gengges tak
suruh datang wes Mey. Kamu gitu juga?”
Saya hanya tersenyum, “Nggak
sih, Woh. Ya gimana ya, nggak pernah sih.” Lalu kami terdiam dalam
kesibukan masing-masing. Kemarin, di saat saya sedang sibuk rekap nama-nama
peserta yang dikirim oleh Bara, saya melihat nama-nama orang yang sudah saya
kenal. Dari sana, saya sudah senang. Meskipun saya tidak meminta mereka datang,
mereka datang.
Sesaat sebelum acara dimulai, Bibeh memanggil saya, “Di, tuh kawan-kawanmu.” Saya menoleh ke
arah yang ditunjuk Bibeh. Ada Donat rasa permen blaster (waktu itu dia pakai
baju loreng-loreng biru putih) yang datang bersama cabe kering. Saya sumringah.
Lantas saya menghampiri mereka, ketemu, ceriwis, dan yaaah gitu lah pokoknya.
Saat sedang umek
kesana-kemari saya juga sempat melihat Mbak Rodiah, kawan sekelas saya. Lalu,
saat mengunjungi tempat re-registrasi saya juga bertemu dengan beberapa kawan FISIP
angkatan 2014. Saya juga ketemu Rinda, teman senasib sepenanggungan saat PMAD.
Tuh, dengan melihat mereka-mereka yang datang tanpa saya minta saja, saya sudah
bahagia luar biasa.
Balik lagi ke Donat dan Lia. Saya melihat mereka masuk
bersama. Dah bisa di tebak, kapan hari Lia sempat bilang ke grup, “Melebune bareng yo.” Ya ampun, Kak.
Situ kuliah dah berapa tahun? Masuk aula aja pake barengan. Emang situ maba?
Pake malu-malu segala. Susah sih jadi artisnya kampus, banyak haters keliaran. Wkwkwkwk.
Saya duduk menemani Donat dan Lia hanya sebentar, sesaat
sebelum saya kembali ke tugas, saya bilang ke Lia, “Rungokno seminare, perempuan kekinian bukan cabe-cabean loh.” Lia
seperti biasa, ekspresinya meringis minta ditabok. Ah, sudahlah, gaes, saya nggak bisa lagi berkata-kata.
Kehadiran mereka berdua merupakan vitamin bagi saya.
Setidaknya, meskipun mereka nggak bilang ‘Semangat
yaa, Kak’ tapi semua itu tersirat langsung dalam perbuatan. Saya yang mules
sedari pagi, melihat mereka datang, jadi makin mules. Hahahaha.
Terimakasih, saus tiram atas kehadirannya. Kalian
perempuan-perempuan luar biasa yang saya kenal. Kalian perempuan-perempuan era
kekinian yang hebat. Saya tahu, kalian datang ke seminar kemarin tak lain dan
tak bukan hanya karena Melanie Subono dan tentunya selembar sertifikat, saya
tahu. Kalian kan mahasiswa semester tuwa
yang tengah berburu sertifikat demi persyaratan sidang skripsi. *kasih emot
ngakak sampai nangis
Once
again, thanks for support me as always. Plis, nggak usah terharu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar