Minggu, 30 April 2017

Betapa Mendadak Itu Menyebalkan

Semalam, bertepatan dengan Malam Minggu, Pak Ahmadi menyiarkan pengumuman lewat toa di mushola Nurud Dakwah. Waktu itu saya sedang nonton Defendant dan Ibu saya sudah hampir tidur. Waktu itu kira-kira pukul setengah delapan malam. Manusia macam apa yang rapat di Malam Minggu seperti itu.

Saya sudah was-was ketika Pak Ahmadi mengucapkan salam lewat toa. Yaaa, you know lah, pengumuman di jam segitu biasanya ya berita duka. Tapi dari nada bicaranya, saya yakin itu bukan berita duka. Benar saja. Dalam pengumumannya, beliau memberitahukan bahwa besok pagi akan diadakan Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Kepodang, juga Isra’ Miraj akan diadakan Senin malam Selasa di Mushola Nurud Dakwah, masing-masing KK diharap memberi ancak unntuk kelancaran acara tersebut.

Saya entah kesambet apa tiba-tiba bilang ke Ibu, “Ayo, ikut.” Ibu saya setengah sadar setengah tepar mengiyakan ajakan saya. Akhirnya, Minggu pagi saya, Ibu dan Fahri keluar rumah dengan seperangkat alat tempur. Setelah berjalan menerobos satu gang ke gang yang lain, kami ketemu Mamia. Mamia adalah sebutan untuk Ibunya Ratna, saya juga nggak ngerti kenapa beliau dipanggil seperti itu.

Firasat nggak pernah bisa bohong. Mamia langsung nodong saya, “Diana, koyok biasane yo, ngemc.” Saya hanya bisa meringis. Setelah pengumuman semalam saya juga sudah feeling akan dipakai lagi.

Setelah mengikuti serangkaian acara CFD, kami pulang. Dari rumah Ibu saya bilang, “Pake baju apa, Kak?” saya yang lagi mengkhatamkan Defendant episode 15 langsung rehat sejenak. Pertanyaan Ibu saya tuh simpel sebenarnya, tapi lumayan bikin mikir. Ibu saya buka lemari, melototin satu-satu baju saya. “Ini?” kata Ibu, saya geleng-geleng. Ibu menunjuk rok motif bunga-bunga waktu itu. Pakai rok itu akan menimbulkan satu masalah lagi, atasannya apa? Dan saya nggak mau ribet dua kali.

Hingga malam ini saya menulis tulisan ini, saya belum tahu besok mau pakai baju yang mana. Ya Allah, ya kadang saya nggak ngerti juga sama perempuan. Padahal baju mereka ada buanyak di lemari. Apa-apa yang mendadak begini kadang tepat kadang juga tidak tepat. Duhai para manusia, ketahuilah bahwa perempuan adalah makhluk yang suka sekali well-prepared, janganlah engkau suka tiba-tiba memberikan sesuatu secara mendadak. Untuk masalah mc, oke, ain’t gonna say that I’m an expert, but InshaAllah I can, meskipun dadakan. Tapi untuk baju? Uh, itu hal yang berbeda, gaes. Perempuan tuh butuh mix and match yang pas.

Pernah satu hari, saya dah siapin baju yang akan saya pakai ke suatu acara, lha kok pas datang ke acaranya saya pakai baju yang berbeda dari yang sudah saya siapkan. Wkwkwk, ya begitulah, perempuan denga segala kerumitannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar