Senin, 17 April 2017

Panitia Aksi GenRe

Beberapa waktu yang lalu saya sempat komen story WA-nya Bunda Anggie. Waktu itu beliau lagi ngeMC wisuda di Stikom dan lagi foto sama Mbak Ucik, kakak kelas saya SMK. Dari komen itu, lalu Bunda bilang “Kebetulan WA. Ada tugas buat Mey.” Lah, belum apa-apa dah ada tugas aja. Lalu Bunda kirim surat pemberitahuan dari BPPKB Kab. Banyuwangi. (Oh ya, buat yang belum tahu kenapa kok Bunda bisa ngirimin saya surat itu, sekarang Bunda jadi Ka. Humas di kampus merah putih. Ngerti Ka. Humas kan, ya?) Isinya adalah mengundang 10 orang mahasiswa untuk berpartisiasi dalam acara Aksi GenRe di Taman Blambangan. Di lembar disposisi, dibawah kolom apa gitu saya lupa, ada tulisan tangan, hubungi Suryanto/Meydiana Isfandari mhs Fisip. Saat itu, saya langsung kirim foto surat tersebut ke Suryanto. Ternyata Sur dah tahu, jadilah komunikasi kita akhirnya mudah. PR kita adalah mencari 8 lagi mahasiswa.

Saya lumayan excited ketika dapat surat itu. Ada perasaan yang susah dijelaskan. Retrouvailles, gitu, deh. Saya jadi ingat pengalaman saya bersama tiga adik-adik saya yang hebat saat di Malang dulu. Kangen juga dengan kegiatan-kegiatan dari BPPKB. Sabtu sore, ada briefing dan pembagian kaos untuk peserta acara. Ketika kami dah pada kumpul, ada sedikit briefing yang diberikan pada kami. Orang-orang yang datang pada sore itu diminta tolong untuk menjadi panitia. Sudah sa duga.

Oh ya, di pertemuan itu saya jadi ketemu sama Zaka lagi. Zaka ini mahasiswa Unair yang dulu sempat satu acara dengan saya di Jambore Pemuda di UBI. Dulu barengan dengan Tifal, Hastiyan, Nilam, sama siapa lagi, ya? Lupa saya. Jadilah, reuni tipis-tipis.

Setelah diberikan briefing dan pembagian tupoksi, kami semua foto bersama. Ada pamflet yang diberikan oleh panitia dari BKKBN pusat. Disana tertera acara-acara yang akan digelar, anak muda banget acaranya. Ada permainan tradisional, stand up comedy, acapella, dan special guest star ‘Jikustik’. Saya jadi ngebayangin ada Mas Pongky Barata datang ke Banyuwangi, tapi, kan, sekarang bukan beliau lagi vokalisnya. Sekarang siapa? Saya nggak tahu siapa.

Ada hal yang menarik yang dikatakan Bibeh di sela-sela acara kumpul Sabtu sore kemarin. “Di, lu kenapa ngajakin gue?” Ya elah, Woh, penting nggak sih itu ditanyain? Saya jawab sambil ketawa, “Ya kamu orang kedua yang ada di pikiranku pas pertama kali dapat surat itu.” Saya lupa sebenarnya Bibeh itu orang kedua atau ketiga, karena yang jadi orang pertama pada waktu itu adalah Mega. Setelah Mega, saya memikirkan Irfan dan Bibeh. Ya, deh, kayaknya, Bibeh adalah orang kedua yang saya pikirkan, baru setelah itu Irfan.

Ah, masa bodoh siapa yang duluan, Irfan atau Bibeh, yang penting mereka berdua bisa ikutan. Hehehe. Terus setelah saya bilang gitu ke Bibeh, dia mulai rangkul-rangkul saya sambil meracau kata-kata terimakasih yang yaaaah bikin geli gitu, lah. Wkwkwkwk.

Sampai sini dulu cerita untuk hari Sabtu. Hari H-nya saya tulis di beda postingan, ya.
Oh, ya, bagi yang nggak tahu apa itu GenRe, GenRe adalah kependekan dari Generasi Berencana. Dah, sisanya silahkan gugling sendiri.


Ituuuu, jodohku :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar