Meydiana Isfandari.
Indah bukan main. Nama itu sumbangan dari berbagai pihak. Hehehe, iyaa sumbangan.
Budeku adalah orang yang selalu ingin memberikan idenya untuk dijadikan nama pada setiap bayi yang lahir pada garis keturunan Fachrudin.
Tidak terkecuali aku dan adikku, Fahri.
Mey. Sesuai dengan bulan kelahiranku.
Diana. Nama ini diberikan Bude Tin padaku. Entahlah, mungkin beliau terinspirasi oleh Lady Diana, mungkin. :D
Isfandari. Aku tidak terlalu tahu asal-usul nama ini. Tapi yang jelas aku menyukainya.
Sejak taman kanak-kanak aku dipanggil Diana oleh teman-teman. Dirumah pun orang tua, saudara, para tetangga juga memanggilku Diana.
Hingga saat SD beberapa teman yang dulu juga teman TK mulai merubah-rubah panggilanku. Jadilah aku dipanggil Mey hingga sekarang ini.
Namun ada juga beberapa teman SD yang masih memanggilku Diana hingga sekarang. #Tengkyuu :D
Panggilanku bagi beberapa teman pun berbeda.
Rani. Teman SMPku ini memanggilku Acot. Yaah you knows lah -_-
Dan karena aku memanggilnya "Cut" akhirnya sekarang dia memanggilku dengan tiga huruf dibelakang saja, "Cot". Duuh nggak enak banget -_-
Ka.
Nama ini mereka sematkan padaku sejak kelas satu SMK. Karena dialog Bahasa Inggris dulu akhirnya aku dipanggil "Ka" oleh teman-teman, walaupun tidak semua.
Ka. Tidak berhenti disitu saja. Ka itu ada lanjutannya.
Yaitu, Kairo. Aku yakin ini pasti faktor wajah. Pasti.
Dikampus aku menemui beragam lagi nama-nama yang mendarat padaku.
Ada Pak Wo (Ruri si ketua teater) yang selalu memanggilku Diana. Walaupun dia tahu bahwa teman-teman selalu memanggilku Mey. Yo wis lah Pak Wo sak bahagiamu.
Om (Adi) yang selalu memanggilku Kunti entah karena apa hingga sekarang. Dia bilang itu panggilan kesayangan. Ouuuhh, sweet sekali om gede ini :D
Ada juga Mas Aziz yang memanggilku Meyrab. Hhh apa lagi ini??? -_-
Atau Mas Puguh yang dengan bangganya memanggilku Pakistan.
Okee, terserah.
Ada juga Mas Aziz yang memanggilku Meyrab. Hhh apa lagi ini??? -_-
Atau Mas Puguh yang dengan bangganya memanggilku Pakistan.
Okee, terserah.
Mas Bondan yang selalu memanggilku "Nduk". Ademnyaa dipanggil nduk. Terlepas dari keinginanku memiliki Abang. Beliau selalu menjadi guru yang baik untukku. Selalu menjadi inspirasi. Cerita-ceritanya yang selalu membuatku menangis. Cerita masa lalunya. Ah, Mas Bondan.
Melinda bahkan pernah memanggilku toa masjid. Semenggelegar itukah suaraku Mel??? -_-
Oh yaa.
MeyIs. Ah panggilan ini. Apa kabar?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar