Hari ini aku mendapat kabar dari Ima.
Kabar sedih. Gusti, sepertinya atmosfer sedih sedang senang menghampiriku.
Kabar yang tidak ingin kudengar.
Kabar yang sangat mengejutkan aku.
Ka, Intan mau operasi.
Deg.
Aku tahu Ima, Intan dan Aku adalah tiga anak manusia yang suka sekali bercanda. Di SMK kami selalu bertiga sebelum akhirnya ada Inda yang menjadikan kami selalu berempat. Tapi tolong, jangan membuat lelucon semacam ini.
Sejak kuliah, aku tidak intens lagi berkomunikasi dengan Intan dan Ima. Mereka berdua kuliah di Jember.
Serius Ka. Tumor di payudara.
....................
Allah. Apa ini?
Kenapa cobaan-Mu seberat ini? Dan kenapa harus Intan?
Dia yang untuk melanjutkan kuliah saja harus bersusah payah. Sekarang dia harus bersusah payah lagi untuk ini?
Aku tidak pernah membayangkan bahwa salah satu diantara kami akan mengalami hal seperti ini. Memiliki tumor jelas membuat mental seseorang down. Dia tidak bisa menyembunyikan ketakutannya. Ketakutan akan penyakit yang sedang bersemayam dalam tubuhnya. Ketakutan untuk operasi. Ketakutan akan jarum suntik.
Penyakit yang selalu kami bayangkan akan menyerang orang-orang berduit saja (seperti di tv2)
Penyakit kami ya paling-paling hanya batuk, pilek, panas, jerawat, mentok tipus.
Tapi sekarang sebuah penyakit yang menurut kami berat itu berada dalam tubuh sahabatku, Intan.
Aku terlalu speechless untuk mengungkapkan rasa sedih. Hanya emoticon :'( ini yang berkali-kali kukirim untuknya di messenger dan kata-kata penyemangat dariku.
Percaya selalu Tan, cobaan-Nya tidak akan melebihi batas kesanggupanmu.
Percaya selalu Tan, aku dan Ima selalu disni. Meskipun raga tidak bersua tapi doa akan selalu menyapa. Aku tahu kamu gadis yang hebat. Kamu pasti bisa mengatasi segalanya dengan baik. kamu pasti bisa menyelesaikan ujian dari-Nya ini dengan baik pula.
Ima, Aku, Intan
Perpisahan sekolah :)
Semangat selalu, Intan Kurniasari.
Kamu pasti sembuh.
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar