Minggu, 09 November 2014

Unknown Number

Aku pernah akan bercerita tentang unknown number yang menghubungiku tempo hari.
Waktu itu aku sedang di lobby kampus bersama bang dado.
Tiba-tiba ponselku bergetar. Aku lihat screen HP. Nomor baru. Tidak terdaftar dalam phonebook ku.
Bang dado melihatnya. Melihat juga keherananku.

"Sini aku aja yang angkat"

Aku menurut saja dan memberikan ponselku pada bang dado.
Aku juga sedang malas menerima telpon dari nomor tak dikenal.
Bang dado mulai berbicara dengan orang yang ada di seberang.
Sayup-sayup aku mendengar bahwa yang menelpon adalah laki-laki.
Aku terus memperhatikan bang dado.

Lucu sekali.

Dia berbicara dengan logat yang dibuat-buat agar terlihat serius.
Aku pikir lawan bicaranya itu akan keder menghdapi bang dado yang entah dia mengira siapaku.
Abahku. Abangku. Mungkin juga mengira pacarku.
Bang dado juga mulai sok menginterogasi si penelpon. Dia menanyakan hal-hal yang bersifat protected.

"Kamu siapanya Mey?"
"Ada perlu apa?"

Hahaha ...
Ah bang dadoo.

Setelah adegan mengerjai itu, akhirnya bang dado menyerahkan ponselku kembali.
Ternyata yang menelpon Mas Anang.
Iyaa ... Mas Anang bem-u.

"Minta tolong ya Mey, komunikasikan sama teman-teman PMAD untuk ikut rapat kepanitiaan."

Setelah aku menutup telepon aku melihat bang dado disebelahku.

"Anang siapa Mey?"
"Mas Anang bem-u."

Kami pun tertawa.

Aku jadi membayangkan betapa menyenangkannya memiliki seorang abang.

Okee. This is the last holiday.
Selamat kuliah kembali Mey^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar