Baiklah, ini tulisan tentang galau yang aku buat
untuk kesekian kalinya.
Tulisan patah hati yang aku buat yang entah
keberapa kalinya.
Tulisan nggak penting-penting banget yang selalu
dan terus akan aku lahirkan.
Ini pertama kalinya aku ngemc di acara kampus
yang sebenarnya.
Mmm maksudnya biasanya kan aku ngemc di acara
kampus, tapi hanya di fakultasku aja, nah ini benar-benar ngemc di hajatannya
Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi tercinta, terkasih, tersayang, tersanjung.
Yess, di acara pelepasan mahasiswa peserta KKN
Posdaya tahun 2016 yang sekaligus pembekalan dari Polres Banyuwangi tentang
"Radikalisme dan Bahaya Narkoba".
Nderedeg wis pasti.
Tiba-tiba gugup aja gitu pas ngelihat
ratusan pasang mata milik mahasiswa semester enam menghujam tepat di jantungku
*hapasih
Siapa yang nggak kaget, pas pre-test
tiba-tiba Pak Sugeng masuk kelasku dan mencari gadis bernama Meydiana
Isfandari.
Hayo, sopo seng gak kaget cobak?
Aku sudah berpikir kalau-kalau Pak Sugeng akan
menegurku karena mangkir dari Donor Darah yang dilakukan siang harinya.
Ya kali Pak saya donor darah, petugas kesehatan
lihat saya saja pasti sudah di usir cantik.
Ternyata bukan sodara-sodara.
Pak Sugeng memintaku untuk ngemc di acara
pelepasan KKN.
Shock. Tapi aku tidak menolaknya.
Karena pasti akan menjadi pengalaman menyenangkan
dan learn by doing tetap menjadi andalanku.
Sejak Pak Sugeng memberikan susunan acara di hari
Minggu aku segera menyimak dan berlatih di depan Pak Sugeng.
Menjaga kondisi fisik, hati dan mood
dengan baik.
Tapi, semua yang aku jaga selama berhari-hari
tersebut sirna sudah sejak aku melihat berita di Senin pagi yang tadinya cerah
seketika menjadi suram.
You know what gaes???
You know what?????
Aaaah, I'm so sad to think about this.
Duh, sebenarnya aku malas nulis tentang ini.
Tapi mau bagaimana lagi, ini benar-benar
uneg-uneg yang harus dikeluarkan.
Karena kalau tidak akan membahayakan kehidupan di
muka bumi ini *hmm ngelantur
Fedi Nuril menikah.
Wis, nggak usah kaget gitu, aku juga
kuaget kok.
Bang Fedi menikah. Remuk redam rasanya hatiku
gaes.
Seperti jeruk nipis yang diperas habis-habisan
untuk kuah soto, begitulah perasaanku.
Ini benar-benar sungguh terlalu dan sungguh
terburu-buru.
Kenapa aku bisa nggak tahu Bang Fedi punya pacar?
Eh, oh iya, Bang Fedi kan nggak pacaran.
Ya tapi nggak bisa seperti ini dong.
Ini namanya menghianati aku, eh kami maksutnya,
para fansnya.
Ini benar-benar perbuatan curang yang tidak bisa
dimaafkan.
Kamu harus dapat kartu merah kuning, hijau di
langit yang baru Bang.
Hiks, aku sedih Bang, sediiiiiih ................
Bayangkan saja, di pagi yang cerah dan hati yang
sumringah aku melihat dengan mata kepalaku sendiri berita tentang pernikahan
Bang Fedi.
Siapa perempuan di Indonesia ini yang nggak
terkejuttt???
Siapa perempuan di Indonesia ini yang nggak patah
hati???
Siapa perempuan di Indonesia ini yang nggak
sedih???
Siapa perempuan di Indonesia ini yang nggak
misek-misek di pojokan???
Iya, di pojokan. Sambil misek-misek sambil ngecharge
ponsel buat ngestalk berita pernikahan mereka.
Siapa perempuan di Indonesia ini yang ... ah
sudahlah ...
Mana istrinya cantik banget lagi, eh enggak ding
biasa ajah, eh cantik ding.
Duh, rasanya pingin garuk-garuk tembok sambil
salto.
Apalagi pas lihat tayangan ijab qabulnya.
Hiks hiks hiks ... ini mata sudah anget-anget
pingin nangis.
Ijab Qabulnya pakai bahasa Arab.
Dan ekspresinya ituuu, haqqul yaqin.
Satu kali tarikan nafas daaaaan, sah lah sudah.
Huhuhuhuhu, habis sudah stok imam idaman di
Indonesia Raya tercinta ini.
Sumpah, rasanya nyesek banget gaes.
Fedi Nuril, dengan segala daya tariknya yang
membuat para netizen (terutama netizen cewek) sepakat dengan predikat yang
melekat pada dirinnya. "Lelaki Idaman" "Imam Idaman"
"Pria Idaman" "Masa Depan Idaman" dan segala yang berbau
idaman lah pokoknya.
Dan "Idaman" itu kini telah menemukan
tempat berlabuhnya.
Sopo seng nggak mencak-mencak?
Sampai hari ini pun kalau tahu kenyataan bahwa
Bang Fedi sudah menikah rasanya gimanaaaaa gitu.
Rasanya ada sesuatu di sudut hati ini yang
cedut-cedut.
Rasanya seperti nasi bungkus ilang karetnya,
ambyarrr.
Lhooo lak lucu, lah ane siapa?
Cuma seorang fans yang agak geser -yang nggak
rela idolanya menikah- di antara fans-fans waras lainnya.
Cuma acar di atas nasi goreng, nggak penting.
Cuma remahan roti di atas meja, di sebul
sedikit lenyap lah dari pandangan.
Cuma potongan seledri di atas kuah soto, nggak
ngaruh.
Lah kami para fans mah apa? Cuma butiran Rinso.
Kasi air, di obok-obok, ilang.
Akhirnya, karena berita tersebut di atas, sukses
membuat moodku naik turun sepanjang hari.
Ngemc sampai nggak fokus gara-gara Bang Fedi.
Tanggung jawab loh Bang, tanggung jawab!
------
Tapi, sebagai fans yang baik dan benar aku hanya
bisa mendoakan yang terbaik untuk Bang fedi dan istrinya.
Karena Bang Fedi bilang di infotainment,
"Kalau benar-benar fans yang baik pasti mereka akan mendoakan saya."
Siap Bang, aku fansmu yang baik. Aku akan berdoa
untuk kebaikanmu.
Pasti. Kalau nggak lupa huwehehehehe ...


tenangkanlah hatimu mbak ayune. Masih ada diriku yang siap mengganti.. Huehue
BalasHapusEmoh liyone aku mas huwahaha
Hapus