Selasa, 19 Januari 2016

Aku Mah Apa ...

Baiklah, ini tulisan tentang galau yang aku buat untuk kesekian kalinya.
Tulisan patah hati yang aku buat yang entah keberapa kalinya.
Tulisan nggak penting-penting banget yang selalu dan terus akan aku lahirkan.

Ini pertama kalinya aku ngemc di acara kampus yang sebenarnya.
Mmm maksudnya biasanya kan aku ngemc di acara kampus, tapi hanya di fakultasku aja, nah ini benar-benar ngemc di hajatannya Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi tercinta, terkasih, tersayang, tersanjung.
Yess, di acara pelepasan mahasiswa peserta KKN Posdaya tahun 2016 yang sekaligus pembekalan dari Polres Banyuwangi tentang "Radikalisme dan Bahaya Narkoba".
Nderedeg wis pasti.
Tiba-tiba gugup aja gitu pas ngelihat ratusan pasang mata milik mahasiswa semester enam menghujam tepat di jantungku *hapasih

Siapa yang nggak kaget, pas pre-test tiba-tiba Pak Sugeng masuk kelasku dan mencari gadis bernama Meydiana Isfandari.
Hayo, sopo seng gak kaget cobak?
Aku sudah berpikir kalau-kalau Pak Sugeng akan menegurku karena mangkir dari Donor Darah yang dilakukan siang harinya.
Ya kali Pak saya donor darah, petugas kesehatan lihat saya saja pasti sudah di usir cantik.

Ternyata bukan sodara-sodara.
Pak Sugeng memintaku untuk ngemc di acara pelepasan KKN.
Shock. Tapi aku tidak menolaknya.
Karena pasti akan menjadi pengalaman menyenangkan dan learn by doing tetap menjadi andalanku.

Sejak Pak Sugeng memberikan susunan acara di hari Minggu aku segera menyimak dan berlatih di depan Pak Sugeng.
Menjaga kondisi fisik, hati dan mood dengan baik.

Tapi, semua yang aku jaga selama berhari-hari tersebut sirna sudah sejak aku melihat berita di Senin pagi yang tadinya cerah seketika menjadi suram.

You know what gaes???
You know what?????

Aaaah, I'm so sad to think about this.
Duh, sebenarnya aku malas nulis tentang ini.
Tapi mau bagaimana lagi, ini benar-benar uneg-uneg yang harus dikeluarkan.
Karena kalau tidak akan membahayakan kehidupan di muka bumi ini *hmm ngelantur

Fedi Nuril menikah.

Wis, nggak usah kaget gitu, aku juga kuaget kok.
Bang Fedi menikah. Remuk redam rasanya hatiku gaes.
Seperti jeruk nipis yang diperas habis-habisan untuk kuah soto, begitulah perasaanku.

Ini benar-benar sungguh terlalu dan sungguh terburu-buru.
Kenapa aku bisa nggak tahu Bang Fedi punya pacar?
Eh, oh iya, Bang Fedi kan nggak pacaran.

Ya tapi nggak bisa seperti ini dong.
Ini namanya menghianati aku, eh kami maksutnya, para fansnya.
Ini benar-benar perbuatan curang yang tidak bisa dimaafkan.
Kamu harus dapat kartu merah kuning, hijau di langit yang baru Bang.
Hiks, aku sedih Bang, sediiiiiih ................

Bayangkan saja, di pagi yang cerah dan hati yang sumringah aku melihat dengan mata kepalaku sendiri berita tentang pernikahan Bang Fedi.
Siapa perempuan di Indonesia ini yang nggak terkejuttt???
Siapa perempuan di Indonesia ini yang nggak patah hati???
Siapa perempuan di Indonesia ini yang nggak sedih???
Siapa perempuan di Indonesia ini yang nggak misek-misek di pojokan???
Iya, di pojokan. Sambil misek-misek sambil ngecharge ponsel buat ngestalk berita pernikahan mereka.
Siapa perempuan di Indonesia ini yang ... ah sudahlah ...
Mana istrinya cantik banget lagi, eh enggak ding biasa ajah, eh cantik ding.
Duh, rasanya pingin garuk-garuk tembok sambil salto.

Apalagi pas lihat tayangan ijab qabulnya.
Hiks hiks hiks ... ini mata sudah anget-anget pingin nangis.
Ijab Qabulnya pakai bahasa Arab.
Dan ekspresinya ituuu, haqqul yaqin.
Satu kali tarikan nafas daaaaan, sah lah sudah.

Huhuhuhuhu, habis sudah stok imam idaman di Indonesia Raya tercinta ini.
Sumpah, rasanya nyesek banget gaes.
Fedi Nuril, dengan segala daya tariknya yang membuat para netizen (terutama netizen cewek) sepakat dengan predikat yang melekat pada dirinnya. "Lelaki Idaman" "Imam Idaman" "Pria Idaman" "Masa Depan Idaman" dan segala yang berbau idaman lah pokoknya.
Dan "Idaman" itu kini telah menemukan tempat berlabuhnya.
Sopo seng nggak mencak-mencak?

Sampai hari ini pun kalau tahu kenyataan bahwa Bang Fedi sudah menikah rasanya gimanaaaaa gitu.
Rasanya ada sesuatu di sudut hati ini yang cedut-cedut.
Rasanya seperti nasi bungkus ilang karetnya, ambyarrr.
Lhooo lak lucu, lah ane siapa?
Cuma seorang fans yang agak geser -yang nggak rela idolanya menikah- di antara fans-fans waras lainnya.
Cuma acar di atas nasi goreng, nggak penting.
Cuma remahan roti di atas meja, di sebul sedikit lenyap lah dari pandangan.
Cuma potongan seledri di atas kuah soto, nggak ngaruh.
Lah kami para fans mah apa? Cuma butiran Rinso. Kasi air, di obok-obok, ilang.

Akhirnya, karena berita tersebut di atas, sukses membuat moodku naik turun sepanjang hari.
Ngemc sampai nggak fokus gara-gara Bang Fedi.
Tanggung jawab loh Bang, tanggung jawab!

------

Tapi, sebagai fans yang baik dan benar aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Bang fedi dan istrinya.
Karena Bang Fedi bilang di infotainment, "Kalau benar-benar fans yang baik pasti mereka akan mendoakan saya."
Siap Bang, aku fansmu yang baik. Aku akan berdoa untuk kebaikanmu.
Pasti. Kalau nggak lupa huwehehehehe ...

2 komentar:

  1. tenangkanlah hatimu mbak ayune. Masih ada diriku yang siap mengganti.. Huehue

    BalasHapus