Kamis, 01 April 2021

YOK SEHAT YOK #1

Kemarin menjadi hari yang sibuk. Seharusnya Rabu adalah hari liburku bertugas siaran, tapi kemarin aku menghabiskan setengah hari mulai dari siang dengan kesana-kemari. Pertama aku ke Yasmin untuk bertemu dr. Radhi setelah sebelumnya mendapat rujukan dari dr. Wulan yang bertugas di Puskesmas Sobo.

Aku lupa pernah cerita soal ini atau tidak tapi seingatku pernah aku singgung sedikit soal benjolan yang ada di lengan kanan dan kiriku. Siang kemarin aku bertemu dr. Radhi untuk pemeriksaan. Setelah melihat bentuk dan letak benjolan aku disarankan untuk USG. Benjolan di lengan kanan masih di taraf wajar menurutku. Tapi kalau di lengan kiri ini sudah agak aneh. Karena dia mengubah bentuk lenganku.

Suster bingung, dr. Radhi bingung, apalagi aku. Dari ruangan dr. Radhi aku menuju loket pendaftaran dan minta dibuatkan janji dengan dokter yang ada di poli radiologi. Aku dapat nomor urut lima di jam 18.00 hari itu juga.

Selesai dari Yasmin aku bertemu Jingga (bagus, ya, namanya) ketua komisariat PMII Uniba. Selasa kemarin dia whatsapp dan meminta bantuan untuk mengisi materi public speaking untuk internal mereka. Aku mengiyakan dan dia minta bertemu untuk menjelaskan konsep yang ada di kepalanya.

Akhirnya aku bertemu Jingga di sekretariat mereka. Kurang lebih tiga puluh menit ngobrol dan aku sudah tahu apa saja nanti tujuan yang ingin dicapai. Mirip-mirip lah dengan sasaran tujuan rekan-rekan PC IPNU tempo hari.

Pulang ke rumah sekitar jam 5 sore dan masih sempat beres-beres hingga kemudian aku sampai lagi di Yasmin. Aku sampai jam 6 lewat sedikit. Aku sudah panik karena takut terlambat. Ssetelah drama salah ruangan yang membuat ngos-ngosan akhirnya aku duduk di depan ruangan poli radiologi (yang ternyata letaknya di belakang ruangan dr. Radhi).

Aku was-was apakah pasien yang ada di dalam ruangan itu sudah lewat dari nomor urutku. Ketika pasien tersebut keluar aku langsung bertanya beliau nomor berapa. Legaaa, ternyata beliau nomor urut pertama. Semakin lama tempat duduk di depan poli kandungan dan radiologi ini semakin ramai. Rata-rata pasien yang datang adalah ibu hamil.

Sepanjang menunggu nomor urutku dipanggil aku hanya bisa berdoa agar pemeriksaan nanti berjalan dengan lancar dan diagnosa benjolan di lenganku ini tidak berbahaya. Tadi siang sih dr. Radhi bilang kalau kemungkinan benjolan itu adalah tumor jinak. Meski jinak kan tetep ya namanya tumor, lumayan nambahin pikiran, wkwkwk.

Tapi, dari kejadian ini aku jadi bertekad untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat. Sumpah deh ya Allah aku masih mau hidup lama dengan keluarga. Aku nggak mau mati muda dulu ini kayak Mbak Zakia. Masih mau berbagi ilmu sama banyak orang. Masih mau siaran radio sampai tua. Masih mau memandu banyak acara. Masih mau membahagiakan bapak dan ibu. Masih mau lihat Fahri lulus sekolah terus jadi anak remaja yang tampan (seperti yang sering dia ucapkan ketika melihat dirinya sendiri di cermin).

Selama ini kalau ada yang bilang aku kurus, aku nggak pernah ambil pusing karena memang kenyataannya begitu. Ya terus mau gimana? Sekarang aku sadar kalau ikhtiar menjadi berisi ini bukan sekadar terganggu sama ucapan orang, tapi murni untuk kesehatan tubuhku sendiri. Semoga dilancarkan segala ikhtiar ini ya, guise.

Buat semua yang sedang berikhtiar untuk menjadi lebih baik, semangat. Kalian hebat sudah bertahan sejauh ini. Minggu depan aku bertemu lagi dengan dr. Radhi. Doakan semoga lancar.

Eh, aku belum cerita bagian masuk ke poli radiologi, ya? Ya udah, nggak jadi pamit dulu, wkwkwk.

Akhirnya suster memanggil nomor urut lima, which is mine. Aku masuk dan menemukan dr. Nizam yang masih sibuk menyelesaikan pekerjaan milik pasien sebelumku. Suster mempersilakan aku untuk berbaring di tempat tidur. Aku lumayan tegang, karena ini pertama kalinya USG. Pertama kali USG bukan USG kehamilan malah benjolan, hahaha.

Setelah dr. Nizam melihat-lihat benjolan di kedua lengan, kemudian beliau memeriksa benjolan dengan alat yang entah apa namanya. Lamaaaa sekali sampai beliau benar-benar menyelesaikan pekerjaannya. Sepanjang memeriksa beliau juga menanyakan beberapa hal standar soal benjolanku itu. Aku juga bisa merasakan aku mulai berbicara hal-hal yang entah apa saja yang sebetulnya tidak ditanyakan oleh dr. Nizam. Yah mau bagaimana lagi, namanya juga deg-degan.

Selesai USG aku dipersilakan untuk menunggu hasilnya di luar. Aku keluar ruangan dan duduk bersama dengan pasien yang lain. Tidak lama kemudian hasilnya keluar dan aku akan datang lagi minggu depan. Sampai rumah aku membaca hasil USG yang sama sekali tidak aku mengerti artinya karena aneh banget ya bahasa kedokteran, nih.

Apapun itu, aku optimis sehat kembali. Aku optimis benjolan di lengan kanan dan kiri akan hilang. Sampai ketemu lagi di catatan khusus ini minggu depan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar