Kamis, 22 April 2021

H PLUS SATU #7

Selasa, 20 April 2021.

Aku bangun jam lima kurang. Terbangun karena salah satu pasien yang ada di kamar kami sepertinya sedang kesakitan. Kamar nomor 32 ini berisi tiga orang pasien. Satunya seorang ibu muda yang baru melairkan, satunya aku, satunya lagi seorang ibu yang entah apa sakitnya aku tidak tahu. Tapi, yang terakhir ini yang paling parah diantara kami.

Aku ikut merasakan sedih ketika beliau kesakitan, menangis, dan sering muntah ketika makan baru dapat sesuap. Setelah ke kamar mandi dan menyeka muka serta badan (tidak lupa pakai gincu, mottonya tetap: meski sakit harus shining, shimmering, splendid) aku mengganti pakaian pasienku dengan baju ganti yang aku bawa dari rumah.

Setiap di sini aku selalu mengganti sendiri pakaianku (tanpa bantuan perawat) yang mengakibatkan selang infus berwarna merah karena darahnya naik, huft. Kalau sudah begitu aku akan berdiam diri sejenak dan melemaskan tanganku, menunggu darahnya berangsur turun kembali.

Setelah berkemas, merapikan tempat tidur dan aku pun sudah rapi aku duduk di kursi lipat yang disediakan sambil nonton youtube. Sarapan datang, aku makan. Suster datang, aku disuntik. Sampai dapat setengah hari aku mulai bosan. Nonton youtube, sudah. Nonton drama, sudah. Tapi, belum ada tanda-tanda aku diperbolehkan untuk pulang. Akhirnya aku memutuskan untuk istirahat saja. Setiap bertanya ke perawat pasti jawabannya “nunggu dokternya ya, mbak.”

Kali ini bapak dan ibu tidak datang. Jadi, seharian di hari Selasa itu aku sendirian di rumah sakit sampai akhirnya dr. Radhi datang untuk cek keadaanku dan akhirnya memperbolehkan aku pulang. Baru setelah itu aku menelpon ibu dan meminta bapak untuk menjemput.

Tapi, ternyata prosedur untuk keluar rumah sakit juga tidak singkat. Sejak dr. Radhi datang dan memperbolehkan pulang (sekitar jam setengah empat sore) aku baru benar-benar keluar dari rumah sakit jam tujuh malam. Lama, bukan? :)

Setelah mengambil obat dan diberi jadwal untuk kontrol di meja administrasi aku pulang ke rumah. Akhirnya bertemu ibu dan Ai. How do I miss them so much. Setelah diseka oleh ibu (sambil menceritakan banyak hal) aku tidur karena besoknya aku siap siaran lagi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar