Rabu, 07 April 2021

YOK SEHAT YOK #2

Kali ini aku menunggu lumayan lama. Bukan lumayan lagi, tapi memang lama. Dapat nomor antrian dua puluh satu membuatku menunggu giliran sambil terkantuk-kantuk. Kali ini ada lumayan banyak pasien yang ingin bertemu dr. Radhi. Melihat sekelilingku aku jadi sadar bahwa bukan aku saja yang malang, ada banyak orang.

Aku datang jam setengah satu siang dan baru masuk ke ruangan dr. Radhi hampir jam tiga sore. Aku adalah pasien dua terakhir hari itu, dibelakangku ada satu pasien tersisa. Masuk ke ruangan aku segera menyerahkan hasil USG minggu lalu. Setelah membaca sejenak, beliau membenarkan ada sesuatu di kedua lenganku. Benar, itu adalah tumor jinak.

Beliau menanyakan mana dulu yang kira-kira harus diambil tindakan. Aku yang entah kerasukan apa hari itu menjawab lengan kanan. Beruntung dr. Radhi meyakinkan kembali, simpelnya begini “beneran lengan kanan dulu? ngga yang kiri dulu?”

Aku seperti sadar dari gendam. Lah iya, selama ini kan yang menganggu yang kiri, kenapa jadi yang kanan dulu yang harus diambil tindakan. Tidak ada sepuluh menit aku berada di ruangan. Setelahnya aku dirujuk ke laboratorium untuk pemeriksaan.

Sampai lab aku menyerahkan nomor antrian dan menunggu di depan ruangan. Sampai namaku dipanggil aku masuk dan duduk menghadap petugas perempuan yang memakai APD. Aku kagum pada petugas lab yang semuanya adalah perempuan. Keren banget.

Sebelum diambil darah aku diperiksa bagian telinga oleh petugas. Aku nggak paham apa tujuannya, yang jelas aku nurut aja. Sampailah pada sesi ambil darah. Mbak petugasnya, tanpa babibu, nggak diitung dulu satu dua tiga, tiba-tiba saja langsung menyuntikku yang sedikit terkejut. Rasanya kayak diserang pas kita nggak siap, minimal jaga-jaga, lah.

Selesai segala prosedur aku diizinkan untuk pulang dan datang lagi minggu depannya. Gila, durasi menunggu yang lama tadi hanya berakhir dengan begini saja alias ya elah udah nih gini doang?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar