Kamis, 06 Agustus 2015

Fishing and Friendship

Aku pernah menulis tentang Ardi dan hobinya.
Hobi yang ditularkan oleh Abah.
Memancing.
Istilah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya tentu tepat sekali.

Tapi aku bersyukur.
Setidaknya apa yang dia kerjakan bermanfaat dan tidak menjurus ke hal-hal negatif.
Ardi sudah kelas 2 STM.
Sudah biasa kan mendengar kabar bagaimana tabiat anak-anak STM?
Ya begitulah ...
Aku takut jika saja Ardi terbawa pergaulan yang buruk.

Beruntungnya, Ardi memiliki beberapa teman yang berhobi sama dengannya.
Seperti sore ini, teman-temannya datang kerumah.
Ternyata mereka sudah janjian untuk pergi mancing.
Bawaan mereka riweuh sekali.

Mereka keluar dari sore, hingga menjelang maghrib baru tiba.
Tidak berhenti disitu saja.
Ternyata mereka berniat membakar hasil pancingan mereka.
Aku sangsi, karena biasanya Ardi membawa pulang ikan hasil pancingannya hanya sebesar telapak tangannya sendiri.
Itupun hanya dua atau tiga.

Lalu ikan malang macam apa yang mereka bakar itu?
Semoga bukan ikat sepat.

Biarlah ...
Biarlah mereka berkreasi sesuka hati mereka.
Sampai saat aku menulis tulisan ini,
Ardi dan bergajul-bergajulnya teman-temannya sedang duduk kekenyangan di samping rumah.
Duduk didepan api sambil bertelanjang dada.
Hmm mbok pikir neng alas a rek? -___-

Tapi it's oke nggak apa-apa.
Selama kalian nggak merokok, nggak nge-drugs, nggak balap-balapan, dan nggak minum-minum air keras *nggg maksudnya minuman keras -__-
Berkawanlah dengan baik ya anak-anak.
Taking care of each other, jangan berantem-berantem norak.
Keep your friendship, someday you will understand how precious is that ...
Happy friendship gaes :-)


Helm titipan anak-anak.
Hmm lumayan nih empat kepala, laku berapa ya?
*ketawa jahat*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar