Aku pernah menulis tentang Ardi dan hobinya.
Hobi yang ditularkan oleh Abah.
Memancing.
Istilah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya tentu
tepat sekali.
Tapi aku bersyukur.
Setidaknya apa yang dia kerjakan bermanfaat dan
tidak menjurus ke hal-hal negatif.
Ardi sudah kelas 2 STM.
Sudah biasa kan mendengar kabar bagaimana tabiat anak-anak
STM?
Ya begitulah ...
Aku takut jika saja Ardi terbawa pergaulan yang
buruk.
Beruntungnya, Ardi memiliki beberapa teman yang
berhobi sama dengannya.
Seperti sore ini, teman-temannya datang kerumah.
Ternyata mereka sudah janjian untuk pergi mancing.
Bawaan mereka riweuh sekali.
Mereka keluar dari sore, hingga menjelang maghrib
baru tiba.
Tidak berhenti disitu saja.
Ternyata mereka berniat membakar hasil pancingan
mereka.
Aku sangsi, karena biasanya Ardi membawa pulang ikan
hasil pancingannya hanya sebesar telapak tangannya sendiri.
Itupun
hanya dua atau tiga.
Lalu ikan malang macam apa yang mereka bakar itu?
Semoga bukan ikat sepat.
Biarlah ...
Biarlah mereka berkreasi sesuka hati mereka.
Sampai saat aku menulis tulisan ini,
Ardi dan bergajul-bergajulnya teman-temannya sedang
duduk kekenyangan di samping rumah.
Duduk didepan api sambil bertelanjang dada.
Hmm mbok pikir neng alas a rek? -___-
Tapi it's oke
nggak apa-apa.
Selama kalian nggak merokok, nggak nge-drugs, nggak balap-balapan, dan nggak minum-minum
air keras *nggg maksudnya minuman keras -__-
Berkawanlah dengan baik ya anak-anak.
Taking care of
each other, jangan
berantem-berantem norak.
Keep your
friendship, someday you will understand how precious is that ...
Happy friendship
gaes :-)
![]() |
| Helm titipan anak-anak. Hmm lumayan nih empat kepala, laku berapa ya? *ketawa jahat* |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar