Kemarin siang, saat
saya sedang ndusel diatas kasur,
Donat mengirim pesan. Dia menanyakan tentang sekuel film Ayat-Ayat Cinta. Pesan
Donat tersebut membuat saya bangun dari tidur. Dalam posisi duduk saya segera
mengirim pesan balasan. Kami terlibat pembicaraan mengenai AAC sampai akhirnya
Donat menyuruh saya stalking
Instagram Pak Produser peranakan India itu.
Benar saja. Saya melihat
presscon yang mereka lakukan –Pak
Manoj, Bang Fedi, Kang Abik– beberapa waktu yang lalu. Ya Allah, Tuhan YME. Kok
saya bisa nggak update gini, ya? Dalam hati saya mengucapkan terimakasih ke Donat
atas informasi yang membuat saya ngikik-ngikik
nggak jelas. Perasaan senangnya susah didefinisikan, gaes.
Kebenaran kabar
tersebut dikuatkan dengan munculnya akun official Ayat-Ayat Cinta Movie. Tanpa pikir
panjang lagi, saya segera follow akun
tersebut. Lantas, saya bernostalgia dengan foto-foto dari Ayat-Ayat Cinta yang
pertama.
Yang lucu adalah,
ketika saya dengan santainya bilang ke Donat, “Sing dadi Maria tetep?” | “Maria
wes mati bek.” Wkwkwkwk, oh iya, saya lupa.
Dalam bio akun
Ayat-Ayat Cinta Movie tertulis “Dimana Aisha?” hal ini menyiratkan bahwa
pemeran Aisha akan mengalami perubahan, bukan lagi Mbak Rianti Cartwright yang
ayunya berlebihan itu. Saya ikut nderedeg
siapa kira-kira yang akan memerankan Aisha. Sebenarnya sih nggak perlu diganti
orang lain, karena Mbak Rianti juga nggak terlalu tua-tua amat. Dan, image Aisha ya sudah kadhung melekat pada diri Mbak Rianti. Ini
sih menurut saya, gaes.
Donat bilang ke saya, “Bang Fedi iki kok nggarai nangis ae tiap
tahun.”
Saya membenarkan,
sambil tertawa membaca pesannya. Tuh orang hobi bener bikin perempuan mewek
tiap tahun. Juga film-filmnya kenapa berbau poligami begitu, sih? Sialnya,
tetap saja saya suka. Hiks.
Akhirnya, dengan hati
riang gembira namun tetap was-was, saya menantikan film AAC2 ini. Semoga cerita
yang disajikan akan menarik. Semoga nggak ada poligami-poligamian di AAC yang
kedua ini. Semoga saya sreg dengan
yang jadi Aisha nantinya. Hahahaha.


salam mbak. Wih, aku baru tahu kalau mau dibuat sekuel filmnya. Alhamdulillah sudah baca novelnya, dan semoga hasil filmnya tidak terlalu nyinetron.
BalasHapusSalam juga, Mas. Waah, sudah baca novel AAC yang kedua?
HapusReviewnya dooong
kurang pandai mereview mbak. takut salah dan dimarahi fans AAC garis keras, huehue
HapusWkwkwkwk, tapi bagus ya, Mas?
HapusTapi ada sedikit resah gelisah gundah gulana. baca novel, imajinasi bisa ke mana-mana. Takut filmnya di luar ekspektasi.
HapusJempol mbak.
Wkwkwkwk kutahu maksutmu, Mas.
HapusIyaa, biasanya novel sama filmnya akan ada sedikit perbedaan. Biasa lah ya, pas baca novelnya imajinasi kita suka kemana-mana.