Selasa, 14 Maret 2017

Ayat-Ayat Cinta 2

Kemarin siang, saat saya sedang ndusel diatas kasur, Donat mengirim pesan. Dia menanyakan tentang sekuel film Ayat-Ayat Cinta. Pesan Donat tersebut membuat saya bangun dari tidur. Dalam posisi duduk saya segera mengirim pesan balasan. Kami terlibat pembicaraan mengenai AAC sampai akhirnya Donat menyuruh saya stalking Instagram Pak Produser peranakan India itu.

Benar saja. Saya melihat presscon yang mereka lakukan –Pak Manoj, Bang Fedi, Kang Abik– beberapa waktu yang lalu. Ya Allah, Tuhan YME. Kok saya bisa nggak update gini, ya? Dalam hati saya mengucapkan terimakasih ke Donat atas informasi yang membuat saya ngikik-ngikik nggak jelas. Perasaan senangnya susah didefinisikan, gaes.

Kebenaran kabar tersebut dikuatkan dengan munculnya akun official Ayat-Ayat Cinta Movie. Tanpa pikir panjang lagi, saya segera follow akun tersebut. Lantas, saya bernostalgia dengan foto-foto dari Ayat-Ayat Cinta yang pertama.
Yang lucu adalah, ketika saya dengan santainya bilang ke Donat, “Sing dadi Maria tetep?” | “Maria wes mati bek.” Wkwkwkwk, oh iya, saya lupa.

Dalam bio akun Ayat-Ayat Cinta Movie tertulis “Dimana Aisha?” hal ini menyiratkan bahwa pemeran Aisha akan mengalami perubahan, bukan lagi Mbak Rianti Cartwright yang ayunya berlebihan itu. Saya ikut nderedeg siapa kira-kira yang akan memerankan Aisha. Sebenarnya sih nggak perlu diganti orang lain, karena Mbak Rianti juga nggak terlalu tua-tua amat. Dan, image Aisha ya sudah kadhung melekat pada diri Mbak Rianti. Ini sih menurut saya, gaes.

Donat bilang ke saya, “Bang Fedi iki kok nggarai nangis ae tiap tahun.”

Saya membenarkan, sambil tertawa membaca pesannya. Tuh orang hobi bener bikin perempuan mewek tiap tahun. Juga film-filmnya kenapa berbau poligami begitu, sih? Sialnya, tetap saja saya suka. Hiks.

Akhirnya, dengan hati riang gembira namun tetap was-was, saya menantikan film AAC2 ini. Semoga cerita yang disajikan akan menarik. Semoga nggak ada poligami-poligamian di AAC yang kedua ini. Semoga saya sreg dengan yang jadi Aisha nantinya. Hahahaha.

6 komentar:

  1. salam mbak. Wih, aku baru tahu kalau mau dibuat sekuel filmnya. Alhamdulillah sudah baca novelnya, dan semoga hasil filmnya tidak terlalu nyinetron.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam juga, Mas. Waah, sudah baca novel AAC yang kedua?
      Reviewnya dooong

      Hapus
    2. kurang pandai mereview mbak. takut salah dan dimarahi fans AAC garis keras, huehue

      Hapus
    3. Tapi ada sedikit resah gelisah gundah gulana. baca novel, imajinasi bisa ke mana-mana. Takut filmnya di luar ekspektasi.
      Jempol mbak.

      Hapus
    4. Wkwkwkwk kutahu maksutmu, Mas.
      Iyaa, biasanya novel sama filmnya akan ada sedikit perbedaan. Biasa lah ya, pas baca novelnya imajinasi kita suka kemana-mana.

      Hapus