Minggu, 01 Januari 2017

Tahun Baru 2017

Meskipun telah memasuki hari ketiga di tahun 2017, saya juga tak ingin melewatkan rapalan doa dan harapan untuk tahun yang baru ini. Waktu bergulir sesuai porosnya. Dari waktu ke waktu apa yang menjadi keinginan manusia berbeda-beda.

Saya misalnya. Apa yang menjadi keinginan saya sebenarnya sama saja tiap tahun. Semakin baik, bermanfaat bagi sesama, semakin bahagia, serta hal-hal positif lainnya. Hanya saja di tahun ini saya menyelipkan doa agar segala urusan studi saya lancar dan berakhir bahagia di bulan Juli atau Desember nanti.

Ya, apalagi jika bukan wisuda. Momen perayaan kelulusan bagi seluruh mahasiswa angkatan 2013 yang sangat ditunggu. Hari ini saya tengah disibukkan dengan penyusunan proposal yang lumayan yaaaaah gitu lah. Saya hanya bisa berdoa agar segalanya dapat berjalan lancar. Meskipun harus melalui proses yang melelahkan, melalui masa yang sulit, menempuh jalan yang penuh bebatuan, terseok-seok, tertatih-tatih, dan ter-ter yang lain, semoga terbalas dengan indah. Semuanya.

Ada yang berbeda dengan tahun baru saya kali ini. Malam tahun baru ada Donat di sebelah saya. Kami menginap di Jurang-Jero, di rumah Mak e. Sepanjang malam tahun baru itu kami melalui beragam peristiwa. Dimulai dari menjenguk sahabat kami yang sedang sakit. Suryanto sakit. Baru kali ini dia sakit seserius ini. Radang tenggorokan. Teguran dari Tuhan, dia sering mengonsumsi softdrink, kopi instan, serta minuman rasa-rasa lainnya. Akhirnya beginilah hadiah tahun baru yang harus dia terima. Lemah tak berdaya. Tiada lagi hal paling memilukan selain sakit di malam tahun baru yang juga bertepatan dengan malam minggu, ya kan?

Keluar dari rumah Suryanto, saya dan Donat menuju rumah Milla. Kami memberikan donasi jilbab yang seharusnya sudah tersalurkan beberapa hari yang lalu. Dari rumah Milla barulah kami ke Blambangan. Saya tidak terlalu tahu siapa itu Kiai Muzakki. Yang saya tahu dari Milla beliau adalah Kiai dari Jember. Saya dan Donat akhirnya duduk diam di salah satu sudut Taman Blambangan. Sambil mendengarkan sholawat yang dilantunkan, juga sambil bercerita segala hal yang saya ingin ceritakan. Malam itu, saya bercerita banyak. Donat diam dan menyimak sebuah curhatan di akhir tahun 2016 itu dengan khusyuk.

Kami tidak mengikuti acara renungan hingga selesai. Pukul sepuluh kurang lima belas menit kami pulang. Dari rumah tidak banyak hal yang kami lakukan. Menyambung sesi curhat yang terputus tadi, nonton drama, hingga tidak terasa suara kembang api terdengar. Tiba-tiba Donat mengucapkan “Selamat tahun baru, ndo.” Kami tertawa. Baru kali ini kami melewatkan pergantian tahun bersama, di dalam kamar dengan ditemani Drama Korea. What the fun. :D

Hahaha. Selamat tahun baru, Nat. Selamat tahun baru, gaes. Semoga segala doa dan harapan di tahun yang baru ini diijabah oleh Allah. Sudah, segini saja tulisan awal tahun. Moga kita bertemu di tahun baru yang akan datang, ya.

Sumber : Google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar