Kamis, 16 Oktober 2014

Jatuh Cinta Tanpa Alasan

Hay Mey^^
Apa kabar?
Apa yang mau kamu tulis malam ini?
Cinta?
Haha, tau apa kamu tentang cinta?

Hening.

Cinta. Emm cinta itu rasa (kata Pak Suluh).
Kok kata orang lain? Katamu sendiri dong?

Hening.

Cinta itu persahabatan. Jika kamu tidak bisa menjadi sahabatnya maka itu bukan cinta.
Ah, itu kan kata Shah Rukh Khan di film Kuch-Kuch Hota Hai.
Aku mau dengar pendapatmu sendiri.

Hening.

Aku cinta Abah Ibu dan adik-adikku.

Oh come on! Bukan cinta kepada keluarga.
Ini cinta Mey. Cinta pada lawan jenis.
Hey, are you ok? Kamu normal kan?

Aku NORMAL!
Susah. Kamu tahu? Bahkan untuk berbicara tentang cinta pun aku merasa tidak pantas.

Kenapa? Kamu sudah jadi gadis. Tumbuh dewasa. Wajar saja jika cinta akan datang padamu. Kamu pernah mencintai laki-laki?

Tidak.

Kamu kalah sama mereka Mey.

Mereka? Siapa?

Lihat anak-anak SMP dan SMA sekarang. Mereka sudah fasih berbicara soal cinta. Sudah paham betul masalah cinta.
Kamu? Sudah sebesar ini belum pernah jatuh cinta?

Hening.

Kamu pernah menyukai laki-laki?

Pernah.

Nah, apa yang kamu rasakan?

Biasa.

Kamu pernah tidak merasakan hal yang berbeda saat kamu menyukai laki-laki?

Dengar. Aku pertama kali menyukai laki-laki saat aku masih sekolah dasar. Percaya? Sekolah Dasar. Kamu tahu aku umur berapa waktu itu?
Sepuluh tahun. Ya, sepuluh tahun. Bagimana bisa anak sekecil itu sudah merasakan ketertarikan pada lawan jenis? Waktu itu aku sangat menyukai laki-laki itu. Dia menjadi laki-laki pertama yang mengambil perhatianku.

Berarti dialah cinta pertamamu.

Hey, itu bukan cinta. Itu hanya rasa suka dari anak kecil berusia sepuluh tahun yang ...

Bagaimanapun, itu adalah perasaan tertarikmu untuk yang pertama kali pada seorang anak laki-laki.

Ya tapi itu bukan cinta.

Hening.

Kamu tidak sedang pada kondisi tidak percaya cinta kan? Trauma?
Karena kejadian masa lalu dan kebiasaanmu yang sampai saat ini terus berjalan, kamu masih percaya pada cinta kan? Kamu masih percaya pada laki-laki?

Tentu. Itu semua bukan alasan. Aku percaya cinta. Aku juga memasukkan "menikah" dalam target hidupku. Dan aku tidak merasa masa laluku seburuk itu sehingga membuatku trauma.

Tidak buruk? Kamu hanya takut. Ketakutanmu itu kamu jadikan alasan kenapa kamu bertahan selama ini. Dan alsan utamamu sebenarnya hanyalah ketakutanmu itu, bukan yang lain.

Mungkin dulu IYA. Tapi aku mengerti sekarang. Semua ada waktunya, ada gilirannya.
Bagus dong, karena ketakutanku dulu aku dapat menyelesaikan segalanya dengan baik. Aku menikmati masa sekolahku dengan keceriaan. Aku menikmatinya dengan kelapangan hati.
Karena apa? Karena tidak disibukkan dengan cinta-cinta yang dangkal, cinta-cinta yang impulsif, cinta-cinta yang menuntut, cinta yang memaksa, cinta yang posesif, cinta yang ...

Kamu membenci cinta?

TIDAK. Sekali lagi tidak. Aku hanya ingin jatuh cinta pada saat yang tepat. Aku hanya ingin berbicara tentang cinta di waktu yang tepat. Aku hanya ingin mencintai orang yang tepat.
Dan mereka? Mereka yang pernah kusukai bukan orang yang tepat untuk kucintai. Aku bisa melepas mereka. Aku baik-baik saja. Aku tidak meletakkan mereka dalam ruangan yang sulit untuk mereka keluar.

Kamu pemilih!

Aku bukan pemilih. Aku hanya ingin menempatkan segala sesuatu pada tempat yang seharusnya.

Kamu penuh kriteria. Hingga sangat susah untuk digapai.

Ya, aku memang pernah berniat untuk itu. Tapi akhirnya aku tahu satu hal.
Setinggi apa pun kriteriaku, bagaimanapun pemilihnya aku. Semua itu telah kalah ...

Kalah karena?

Karena aku telah jatuh cinta tanpa alasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar