Selasa, 28 Oktober 2014

Sebuah Fakta

Hari ini, aku menemukan sebuah kenyataan pahit. Kenyataan bahwa aku harus melupakan dia. Bahwa aku harus meluruhkan segala harapanku padanya. Semuanya. Aku harus bisa ikhlas.
Aku mendapati kenyataan yang sangat membuatku terluka. Kenyataan yang melukai hatiku.

Aku benci ini. Aku benci diriku yang seperti ini.

Apa yang aku takutkan selama ini akhirnya terjadi.
Ketakutan untuk jatuh cinta hanya karena takut menderita.

Ketika mengenalmu aku menjadi wanita yang tiba-tiba saja memiliki keyakinan berlipat-lipat.
Padahal, dari awal aku sudah mewanti-wanti diri sendiri.
Jangan banyak berharap.
Kita tidak akan tahu apa yang terjadi di masa mendatang.
Kita tidak bisa memprediksi kondisi hati kita.

Aku hanya bisa tersenyum mendengar itu semua.
Semoga kau bahagia.
Semoga dia bahagia.

Bukankah ini yang kau mau, Mey?
Sekarang lihat. Egoismu kembali muncul.
Kau terluka, kan?

Aku hanya tidak menyangka. Itu saja.

Aku tidak menyangka, mudah sekali kau tenggelam oleh kemarahan.
Sehingga menghilangkan setiap kebaikan-kebaikan yang ada.
Mudah sekali kau mengambil sikap yang sama sekali tak kuduga.
Mudah sekali kau mengalihkan segalanya.
Aku disini bahkan tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu.

Ah, sudahlah. Semuanya sudah terjadi.
Ini hidupmu. Kau yang menjalani.
Segala keputusan ada ditanganmu.
Aku yakin kau sudah memutuskan yang terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar