Pernah merasakan ada di titik paling jenuh?
Merasakan ingin meghindar sejenak dari rutinitas sehari-hari?
Ingin pergi jalan-jalan tanpa memikirkan tugas-tugas yang menanti kita tanpa jeda?
Aku berada di titik itu. Kau tahu? Aku jenuh dengan ini semua. Aku jenuh dengan mereka. Aku jenuh dengan ini. Aku jenuh dengan itu. Aku jenuh dengan semuanya.
Mungkin, ini hanya efek dari begitu banyaknya assignment yang harus aku selesaikan.
Terlalu aku pikirkan sehingga aku sakit.
Yaaa ... sudah tiga hari terakhir. Kepalaku terasa berat. Panas menjalar merata diseluruh tubuh.
Berulang kali bersin. (barusan pun aku sudah bersin untuk yang kesekian kalinya)
Oh God, please. Ini sama sekali tidak nyaman.
Aku ingin berteriak melepas segalanya (seperti yang pernah kulakukan dengannya di pantai boom dulu). Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya.
Mungkin itu memang cara kuno untuk meredakan kepenatan sementara. Tapi, cara yang dianggap kuno itu justru berdampak (setidaknya bagiku) baik. Aku sangat lega.
Dan, penyebab titik jenuhku yang lain is him.
Ah, tak ada gunanya mengumpat. Toh tugas darinya tidak akan serta merta berubah atau ditiadakan.
Nikmati saja Mey. Nikmati proses yang sedang kau jalani. Nikmati saat-saat dimana kau dibuat pusing oleh dosen. Dulu kau bersemangat sekali kan?
Jangan kecewakan orang tua dan dia. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Jangan buang waktu untuk mengeluh. (trik menyemangati diri sendiri)
Bro, tiba-tiba aku kangen kamu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar