Inda Rizkya Putri.
She's my best friend ever. Malam ini aku chatting dengannya. Dia menanyakan kita.
Ya, kita. Kau dan aku.
Dia menanyakan perkembangannya (kau pasti tahu maksudku)
Aku menjawab kita sedang complicated. Ya karena memang begitu, kan?
Inda bilang harus diperbaiki.
Aku bingung sebelah mana yang harus diperbaiki. Pangkal masalah pun aku tidak tahu.
Kita terlalu besar pada ego masing-masing mungkin. Atau aku yang terlalu gengsi untuk sekedar menyapa dan memberimu semangat?
Aku sudah berusaha, dengan mengirim pesan basa-basi padamu.
Namun, sinyal itu lenyap seketika.
Ah, mungkin karena kau sedang sibuk dengan skripsimu.
Atau marah padaku?
Aku tak mengerti.
Inda juga bilang aku harus mengatur strategi.
Apa lagi?
Aku tidak sedang ingin ke Gaza dan ikut perang disana nda?
Ka, bukan hanya perang yang butuh strategi. Cinta juga butuh.
Ah, cinta lagi.
Wajar aku tidak mengerti harus bagaimana. Ini pertama kali.
Pertama kali merasakan seperti ini. (maksudku menghadapi dia yang benar-benar ingin serius, katanya sih gitu)
Ini kesempatanmu ka, perhatian ketika sibuk-sibuknya dia.
Ah, Indaaa. What should I do?
Dan, malam ini pun aku mengirim pesan-pesan yang ... ah entahlah, aku sendiri geli membacanya.
Aku mengirim padanya. Seperti biasa, jantungku selalu berdetak cepat.
Aku tidak mengharap balasan.
Yang penting kau membacanya, dan tersenyum.
Semoga saran dari Inda kali ini benar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar